10 Anggota DPRD Lamteng Diperiksa KPK

SPN Polda Lampung.

BANDAR LAMPUNG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Sejumlah Anggota Dewan Lampung Tengah terkait kasus gratifikasi pengesahan APBD tahun 2018 yang menjerat mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa. Pemeriksaan kali ini diketahui akan berlangsung selama tiga hari.

Dari informasi yang dihimpun ada 40 Anggota Dewan Lampung Tengah yang akan diperiksa selama tiga hari. Dihari pertama penyidik akan memeriksa 10 orang anggota dewan yakni Riagus Ria Wakil Ketua 2, Joni Hardito Wakil Ketua 3, dr. Evinitria anggota dewan,  Hakki sekretaris komisi 1, yulius heri susanto anggota dewan, Made Arka Eka Putra Wijaya wakil ketua komisi 1, Sainul Abidi  anggota dewan, Singa Ersa Awangga anggota dewan, Ariswanto anggota dewan, Jahri Effendi anggota dewan.

Dari keterangan Humas KPK, Febri Diansyah yang dihubungi via whatsapp, pemeriksaan ini terkait dugaan gratifikasi dan aliran dana pada unsur Pimpinan DPRD Lampung Tengah.

Dari pantauan di SPN Kemiling,  sejumlah Anggota Dewan yang telah diperiksa enggan memberikan komentar terhadap awak media yang meliput.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan tujuh orang menjadi tersangka atas kasus gratifikasi pengesahan APBD Lampung Tengah tahun 2018. Selain mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa yang telah menerima suap 95 milyar rupiah, dua orang milyader di Lampung yakni Budi dan Simon Susilo turut ditetapkan menjadi tersangka. (*)

Anggota DPRD Lamteng

Penulis: 
    author

    Posting Terkait