2 Opsi Atasi Polusi Pabrik

PRINGSEWU- Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPST) Pringsewu Akhmad Fadholi menawarkan dua opsi untuk mengatasi keluhan soal polusi suara dan udara terkait keberadaan pabrik penggilingan padi (PP Sri Rejeki) di Pekon Sidodadi, Kecamatan Pardasuka, Selasa (21/11).

Opsi itu tercetus karena mediasi antara pengusaha dan warga di Aula Kecamatan Pardasuka yang berlangsung antara 09.00 WIB-11.45 WIB gagal menemukan jalan keluar. Masyarakat menolak keberadaanya, tapi pemiliknya bersikukuh untuk tetap bertahan.

“Saya berikan dua opsi, pertama pabrik tetap beroperasi dengan ketentuan pemilik pabrik mengatasi persoalan yang dikeluhkan warga,” kata Akhmad Fadholi, didampingi uspika, serta kepala pekon.

Dan opsi kedua, pabrik ditutup, tapi warga yang keberatan mampu membuktikan bahwa pabrik telah melakukan polusi seperti dikeluhkan.

Mediasi itu menyertakan tujuh kepala keluarga dari RT-02, RW-01, Dusun I Pekon Sidodadi, sementara pihak pabrik dihadiri pemiliknya Hanif Rosidi.

Baca Juga:  BUMDes Sewu Artha Jadi Sorotan

Sikap perwakilan warga sudah bulat untuk menolak beroperasinya kembali pabrik penggilingan padi tersebut.

Mengingat bahwa dahulu saat pabrik beroperasi mengakibatkan dampak buruk bagi lingkungan terutama soal polusi yang dihasilkan seperti kualitas udara yang kotor, debu tebal mengotori jemuran, bak mandi bahkan hingga sumur, ditambah suara bising dari mesin.

Menurut salah satu warga, Hartanto, pabrik penggilingan dengan pemilik pertama atas nama Tukiyo mulai beroperasi sejak 1991. Kemudian pada 2006 diprotes karena limbah serta polusi yang dihasilkannya.

Ketika itu warga mengadukannya ke Dinas Pertambangan Energi dan Perizinan—saat itu Pringsewu masih tergabung dengan Tanggamus.

“Saat itu kesepakatan yang ditandatangani oleh tokoh masyarakat serta kepala pekon  bahwa pabrik tersebut harus direlokasi dengan tengat waktu enam bulan sampai satu tahun. Pada 2007 pabrik tak lagi beroperasi,” kata Hartanto.

Tiba –tiba pada 2017 ini terbit izin baru dengan pemilik yang baru atas nama H. Hanif Rosidi dengan nama perusahaan PP Sri Rejeki. “Kami menemukan kejanggalan pada proses izinnya,” tandas Hartanto.

Baca Juga:  TNWK Kirim 4 Gajah Jinak

Izin lingkungan maupun data yang ada dalam dokumen PP Sri Rejeki tersebut diduga tidak sesuai. Penandatanganan izin lingkungan tidak melibatkan RT.

Kemudian warga yang berbatasan langsung dengan pabrik dan terdampak langsung dengan adanya kegiatan pabrik tersebut tidak dimintai tanda tangan.

Rata-rata yang mengisi tanda tangan adalah warga yang jauh dari lokasi pabrik kemudian.

Kejanggalan lainnya, Tanda Daftar Industri (TDI) disebutkan bahwa kapasitas mesin adalah 24 PK. Padahal sudah menggunakan silinder (CC).

Kemudian Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPLH) disebutkan luas lahan 100 M2, padahal lebih dari 3.000 M2.

“Indikasi apa ini, saya sebagai wakil dari masyarakat meminta kepada pihak terkait agar meninjau kembali izinnya,” pinta Hartanto.

Sesuai UU No. 3/1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan. Pada pasal 33 disebutkan bahwa barang siapa melakukan atau menyuruh melakukan pendaftaran secara keliru atau tidak lengkap dalam daftar perusahaan diancam dengan pidana kurungan selama-lamanya tiga bulan atau pidana denda setinggi-tingginya Rp3 juta.

Baca Juga:  Kemarau Ancam Produksi Padi

Pemilik Pabrik Anif Rosadi mengatakan sudah melakukan upaya-upaya untuk mengatasi apa yang menjadi keluhan warga sekitar. “Saya minta warga menghargai apa yang sudah saya upayakan untuk meminimalisir potensi polusi,” kata dia.

Usaha yang sudah dilakukannya, asap mesin serta debu penggilingan sudah dibuatkan cerobong di bagian belakang. “Mudah-mudahan tidak ada lagi debu atau asap,” jelas Anif Rosadi.

Kemudian dia juga sudah menanam pohon agar meyerap polusi yang ada di sekitar pabrik. Dan diapun sudah berupaya melaksanakan ketertiban umum serta senantiasa membina hubungan yang baik dengan warga sekitar.(NA)

604 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

2 Atasi Kecamatan Opsi Pabrik Padi Pardasuka Pekon penggilingan Polusi PP Pringsewu Rejeki Sidodadi Sri suara udara

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan