20 Umat Kristiani Pesawaran Terancam Batal ke Yerusalem

Gedongtataan – Adanya larangan pemegang paspor Indonesia memasuki wilayah Yerusalem yang telah diklaim Israel, berdampak pada kegiatan wisata rohani yang telah di agendakan oleh Pemerintah Kabupaten Pesawaran.

“Memang kita ada (program) untuk memberangkatkan umat Kristiani melakukan perjalanan religi ke Yerusalem, kalau ada kebijakan larangan kesana, tentunya akan berpengaruh pada realisasi program tersebut,” ujar Kabag Kesosmas Setdakab Pesawaran Razak. Senin (4/6).

Dengan demikian, 20 umat Kristiani dari Kabupaten Pesawaran yang akan berangkat terancam batal untuk melakukan wisata religi ke Yerusalem. “Ya, memang saya sudah mendengar berita terkait adanya larangan WNI yang masuk kedalam Yerusalem,” ungkapnya.

Baca Juga:  Panas, Erdogan Luapkan Kemarahan Pada Donald Trump

Kendati demikian, kata dia, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan pihak travel terkait realisasi program wisata religi tersebut. “Kita tentunya masih akan berkoordinasi dengan para pihak travel, apakah ada pihak travel yang bisa memberangkatkan kesana atau tidak, tapi kalau tidak ada yang bisa, pastinya kita tidak bisa realisasikan keberangkatan wisata religi itu,” katanya.

Baca Juga:  Bupati Pesawaran Himbau Masyarakat Selesaikan Masalah Dengan Musyawarah

Ditambahkannya, jika memungkinkan pihaknya juga memiliki rencana lain untuk tetap merealisasikan program wisata religi bagi umat Kristiani. “20 orang umat Kristiani itu kan seharusnya berangkat pada akhir tahun, kalau tidak memungkinkan untuk berangkat, nanti kita musyawarahkan lagi dengan umat Kristiani yang akan diberangkatkan, dan jika dianggap urgent, bisa kita tetap berangkatkan ke Vatikan (Italia) tapi memang perlu ada pembahasan lagi mengenai anggaran yang telah ada,” tambahnya.

Baca Juga:  Google Cantumkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

Ia pun berharap nantinya akan ada upaya diplomatik, agar umat Kristiani asal Indonesia bisa tetap diberangkatkan melakukan wisata religi ke Yerusalem. “Mengenai masalah ini kan berkaitan dengan dua negara, kita tidak bisa berbuat apa-apa, tapi harapan kami program ini tetap bisa direalisasikan,” tutupnya. (MH/PS)

242 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Yerusalem

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan