3 Oknum Polisi Ditahan Propam

Kombes Zahwani Pandra Arsyad/Foto: Tommy

BANDARLAMPUNG – Tiga oknum anggota Kepolisian Daerah Lampung resmi ditahan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Lampung terkait kasus peluru nyasar yang menyebabkan tertembaknya seorang mahasiswa Universitas Bandarlampung pada Sabtu lalu.

Selain itu, jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum melakukan penyidikan terhadap asal senjata api yang meletus tanpa sengaja lantaran dua oknum yang bergurau.

Brigadir PJ, Bripka D serta Aipda D resmi ditahan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Lampung, Senin (12/8).

Penahanan ketiganya setelah menjalani pemeriksaan atas kasus peluru nyasar yang menyebabkan tertembaknya seorang mahasiswa Universitas Bandarlampung bernama Rahmad Heriyanto.

Turut ditahannya Aipda D karena senjata tersebut merupakan pistol miliknya yang diserahkan kepada Bripka D untuk diperbaiki oleh Brigadir PJ.

Belakangan diketahui kedua bintara tersebut bergurau yang mengakibatkan senjata tadi meletus tanpa disengaja.

Atas dasar ini, ketiganya kemudian dilakukan penahanan dan dijerat dengan pasal undang-undang darurat no 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api ilegal dengan ancaman pidana 20 tahun dan pasal 360 kuhp ayat 1 tentang kelalaian yang mengakibatkan seseorang mengalami luka berat dengan ancaman 5 tahun penjara.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad menjelaskan, Polda Lampung melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum sedang melakukan penyidikan terhadap asal senjata api diduga jenis fn dan merupakan barang ilegal.

“Adapun barang bukti yang kini telah diamankan yakni satu unit kendaraan roda empat Toyota Agya warna merah bernomor polisi BE 1920 MA, satu senjata api dan satu selongsong peluru,” kata Zahwani. (TS)

Posting Terkait