30 Fintech Sedang Proses Izin OJK

JAKARTA- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat ada 30 anggota asosiasi keuangan berbasis digital (financial technology) yang dalam proses perizinan. Untuk bisa aktif melayani perusahaan tersebut harus lebih dulu memenuhi persyaratan kedua lembaga negara tersebut.

Direktur Kebijakan Publik Asosiasi Fintech IndonesiM Ajisatria Sulaeman mengatakan, pendaftaran fintech terbagi dua, pertama fintech berbasis pinjam meminjam atau Peer to Peer Lending (P2PL) di bawah pengurusan OJK, dan kedua terkait sistem pembayaran di bawah  pengawasan BI.

“Peraturan di Bank Indonesia cukup banyak, tidak hanya tekfin dan regulatory sandbox, tetapi payment gateway, uang elektronik, dompet elektronik, dan transfer dana. Ada lebih dari 30 anggota kami yang sedang mendaftar untuk mendapatkan izin tersebut,” kata Ajisatria dalam keterangan persnya, Rabu (25/4).

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mencatat ada 180 lebih perusahaan fintech. Dari jumlah tersebut baru 44 perusahaan terdaftar di OJK.

Izin Fintech Masih Rumit

Ekonom Indef Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, masih sedikitnya perusaah fintech yang resmi karena birokrasi masih dinilai rumit. Pelu waktu lama untuk memproses perizinan tersebut.

“Perizinian cukup rumit dalam hal pendaftaran, jadi mereka mengurus perizinannya tuh makan waktu dan makan biaya,” ujarnya.(*)

30 Fintech Izin OJK

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan