4 Pelaku Perusakan Hutan Dengarkan Tuntutan

Ilustrasi

BANDARLAMPUNG – Empat orang terdakwa yaitu SN, DF, PH dan TM, didudukkan bersama di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Jumat (8/11), untuk mendengarkan pembacaan tuntutan dari jaksa, atas perkara perusakan hutan yang mereka lakukan.

Jaksa meminta kepada majelis hakim, untuk menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa SN dengan hukuman penjara selama 3 tahun 6 bulan. Sedangkan kepada terdakwa lainnya, jaksa menuntut ketiganya untuk dihukum penjara selama 3 tahun.

Baca Juga:  Bawa Daging Celeng, Warga OKU Bakal di Sel Setahun

Selain itu, atas perkara yang dilakukan ke-4 warga Tanggamus ini, jaksa pun mengenakan tuntutan pidana denda yang sebesar Rp500 juta, dengan ketentuan apabila tak sanggup membayar denda tersebut, maka akan digantikan pidana badan yaitu penjara selama 6 bulan.

Para penebang illegal ini dijerat dengan pasal 82 ayat 1 huruf c, junto pasal 2 huruf c, UU Nomor 18  tahun 2013, tentang pemberantasan dan pencegahan perusakan hutan, junto pasal 55, ayat 1 ke 1 KUHP.

Baca Juga:  Nelayan Lampung Bakal Ditembak Mati

Diketahui dalam dakwaannya, PH dan TM yang sehari – harinya bekerja sebagai tukang tebang pohon, diajak bekerja oleh terdakwa  SN, untuk menebang beberapa pohon yang ada di Hutan Lindung Bukit Rindingan, Register 32 Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, yang kemudian diangkut oleh terdakwa DF menuju kediaman SN.

Dihadapan majelis hakim, terdakwa DF, PH dan TM, mengaku bersedia melakukan pekerjaan itu, lantaran tergiur dijanjikan upah sebesar Rp400 ribu oleh SN.

Baca Juga:  Swakelola di Mesuji Potensi Korupsi

Ke-4 terdakwa ini pun, mengaku bersalah dan menyesali perbuatannya yang telah merusak hutan lindung dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya tersebut.(TN)

Hutan Lindung Bukit Rindingan PN Tanjung Karang

Posting Terkait