40 Desa di Mesuji Akan Teraliri Listrik

BANDARLAMPUNG – Masyarakat 4O Desa di Kabupaten Mesuji Lampung yang belum teraliri listrik, dapat segera mempersiapakan diri untuk segera mendapatkan layanan PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada tahun 2018 mendatang.

Hal itu diungkapkan General Manger (GM) Perusahan Listrik Negara (PLN ) Distribusi Lampung, Daryono. Dirinya menerangkan, pihaknya menargetkan pada tahun 2018 seluruh desa di Mesuji sudah teraliri listrik PLN.

“Saat ini proses pembagunan GI yang berada di kecamatan simpang pematang masih dikebut proses pengerjaanya, selain itu kami juga masih melakukan proses pembebasan tapak Saluran Udara Ektra Tinggi (SUTET) dibeberapa tempat,” tukasnya, Minggu (28/5).

Sementara itu, Bupati Mesuji Khamami, yang baru dilantik, berharap Gardu Induk (GI) Mesuji dapat segera diselesaikan, dan dapat beroperasi pada tahun 2017 agar dapat dimulai pembangunan jaringan listrik baru ke desa-desa, yang belum teraliri.

Baca Juga:  Program Listrik 35 Ribu MW Terus Berjalan

“Kami berharap agar pihak PLN dapat segera memberikan pelayanan kepada desa  yang belum teraliri PLN di Kabupaten Mesuji setelah segala sesuatunya selesai. Dengan begitu diharapkan  mampu mendukung pertumbuhan ekonomi seiring dengan akan dibangunnya Jalan Tol Sumatera (JTS) dan kawasan industri di Rawa Jitu Utara, serta mendukung keberadaan jalur tol laut,” kata Khamamik, beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo dan General Manager PT PLN Distribusi Lampung, Daryono, telah menandatangani kerja sama program penyaluran listrik pedesaan dan penataan jalur listrik di Provinsi Lampung.

Baca Juga:  Penormalan Aliran Listrik, PLN Lampung Janji Lakukan Upaya Maksimal

Gubernur Ridho, mengatakan pertumbuhan ekonomi Lampung saat ini tumbuh semakin menggeliat. Dalam mengimbangi hal tersebut, salah satunya dibutuhkan dukungan dari ketersediaan ketenagalistrikan sampai ke pelosok.

Menurut Gubernur, ketersediaan listrik menjadi kebutuhan penting dalam setiap aspek pembangunan. Terlebih di daerah dalam upaya mengatasi ketimpangan pertumbuhan ekonomi dan sumber daya manusia.

“Bagaimana investasi tumbuh dan anak-anak bisa bersaing dengan daerah lain jika masih ada desa terpencil yang belum teraliri listrik. Padahal saat ini seluruh kegiatan ekonomi dan pendidikan menggunakan teknologi yang membutuhkan energi listrik. Untuk itu, mari bersama-sama mewujudkan Lampung Terang 2019,” ujar Gubernur.

Baca Juga:  Warga Pahawang Bisa Pakai Banyak Elektronik

Gubernur juga menyampaikan, tenaga listrik menjadi bagian kebutuhan pokok. “Bahan pokok bukan hanya sembilan bahan pokok lagi,  tetapi menjadi 10 bahan pokok. Salah satunya listrik di daerah-daerah,” tukasnya

Apalagi, kata Gubernur Ridho, pemerintah pusat menargetkan Provinsi Lampung sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.  Selain itu,  dapat menjadi ujung tombak dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Lampung sebagai pintu gerbang pulau sumatera diharapkan menjadi daerah yang strategis dalam persaingan MEA, harus mampu di posisi depan, yang akan menjadi keunggulan NKRI,” ungkapnya.(ZN)

Listrik

Posting Terkait