5 Orang Diperiksa Polisi Terkait Ambruknya Crane di Jatinegara

    Launcher girder crane proyek DDT yang jatuh di Jatinegara mengakibatkan 4 orang tewas/Foto: Istimewa

Jakarta – Polisi masih memeriksa 5 orang terkait Ambruknya crane pada proyek double-double track (DDT) kereta api di Jatinegara, Jakarta Timur. 4 Orang tewas akibat kejadian ini.

Lima orang itu diperiksa di Mapolsek Jatinegara, Jakarta Timur. Proses pemeriksaan berlangsung tak lama setelah polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian.

Baca Juga:  Soal Crane Ambruk, Kemenhub Bantah Buru-buru Kebut Proyek Jalur Kereta

“Iya, ada lima orang yang diperiksa,” kata Kanit Reskrim Polsek Jatinegara AKP Sutikno saat ditemui di kantornya, Minggu (4/2/2018).

Namun, kasus tersebut akan dilimpahkan ke Polres Jakarta Timur untuk pengusutan lebih lanjut. “Nanti mau dilimpahin ke polres,” katanya.

Dilansir dari detik.com, orang yang diperiksa itu yakni 2 orang pekerja dan 1 sopir crane. Sementara dua lainnya belum diketahui identitasnya.

Baca Juga:  Soal Crane Ambruk, Kemenhub Bantah Buru-buru Kebut Proyek Jalur Kereta

Sebelumnya, Kapolsek Jatinegara Kompol Supadi menerangkan ambruknya crane terjadi pada pukul 05.00 WIB saat kelima orang pekerja sedang menaikkan bantalan rel.

“Ketika bantalan rel sudah berada di atas, namun dudukannya tidak pas sehingga bantalan rel jatuh menimpa korban tersebut di atas yang mengakibatkan keempat korban meninggal dunia,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Humas Ditjen Kereta Api Joeys mengatakan pihaknya masih menginvestigasi penyebab kejadian. Peristiwa terjadi di luar track existing proyek paket A Manggarai-Jatinegara.

Baca Juga:  Soal Crane Ambruk, Kemenhub Bantah Buru-buru Kebut Proyek Jalur Kereta

(Net/hp)

Crane Ambruk

Posting Terkait