53 Wartawan Ikut UKW di Kotabumi

KOTABUMI-Ketua Bidang Daerah PWI Pusat, Atal S Depari mengatakan, setelah era reformasi bergulir tentunya semua pintu kebebasan pers terbuka lebar. Sehingga siapapun berhak dan bisa membuat perusahaan media dan menjadi wartawan.  Untuk itulah, PWI menganggap penting untuk tetap menjaga standar keprofesionalan para wartawan. Dengan UKW ini dapat dilihat dan dinilai wartawan mana yang bisa dikatakan profesional dan berkompeten.

“Jurnalistik jika diserahkan pada orang yang tidak berkompeten maka jurnalisme akan mati. Karenanya, kami tidak akan meluluskan peserta jika tidak memenuhi standar kompetensi. Sebab peran pers sangat penting dalam menyokong program pemerintah untuk kepentingan masyarakat,” katanya dalam sambutan pada  pembukaan UKW angkatan XI yang diselenggarakan PWI Lampung Utara (Lampura) di Hotel Graha Wisata, Kotabumi, Senin (24/7).

Baca Juga:  PWI Perbaiki Materi UKW 2019

Sekretaris PWI Lampung, Adi Kurniawan menyampaikan terimakasih kepada Pemkab Lampura yang telah mendukung dan memfasilitasi kegiatan UKW ini. Karena melalui UKW inilah penentu standar kompetensi dan profesionalitas para insan pers.  “PWI Lampung telah banyak mendapatkan penghargaan dari PWI Pusat karena paling aktif mengadakan kegiatan pelatihan dan pendidikan jurnalistik. Kita hanya kalah tipis dengan provinsi Jawa Timur,” terangnya.

Diketahui, 53 wartawan mengikuti UKW angkatan XI ini. UKW akan berlangsung selama dua hari, Senin (24-25/7).  Tim penguji terdiri dari 8 orang dari PWI Pusat dan PWI Lampung. Para peserta UKW tersebut terbagi menjadi beberapa tingkatan. Yakni 42 orang tingkat muda, 4 orang tingkat madya dan 7 orang tingkat utama.

Baca Juga:  PWI Perbaiki Materi UKW 2019

UKW yang akan berlangsung selama dua hari itu, dibuka oleh Bupati Lampura, Agung Ilmu Mangkunegara.  Pembukaan dihadiri Ketua Bidang Daerah PWI Pusat, Atal S. Depari, Plt. Ketua PWI Lampung, Nizwar, Sekretaris PWI Lampung, Adi Kurniawan dan jajarannya, Ketua PWI Lampura, Jimmy Irawan serta unsur Forkopimda setempat.

Bupati mengapresiasi terselenggaranya UKW ini. Menurutnya setiap profesi tentunya harus memiliki standar kualifikasinya yang harus diujikan. Karena standar kualifikasi profesi tersebut sangat menentukan keprofesionalitas seorang wartawan untuk mampu menyajikan berita sesuai fakta, etika  dan kebenaran yang ada.

Baca Juga:  PWI Perbaiki Materi UKW 2019

“Saat ini banyak sekali beredar berita hoax yang bisa membuat gaduh dan berpotensi membunuh karakter lembaga atau individu. Ini semua menjadi tantangan kita semua dan saya yakin PWI mampu karena standar keprofesionalan itu ada dalam tubuh PWI,” ujar Agung.

Agung pun berharap agar kegiatan UKW ini tidak sebatas formalitas belaka. Karena melalui ranah UKW ini akan menentukan kualitas para insan pers kedepan. “Yang namanya ujian tentu ada yang lulus dan tidak. Kalo lulus semua, ya buat apa kegiatan ini. Dan saya berharap akan ada lulusan wartawan yang benar-benar profesional dan mari kita bergandengan tangan untuk membangun daerah,” serunya. (HM)

Uji Kompetensi Wartawan

Posting Terkait