95 Money Changer Ilegal Ditertibkan

Ilustrasi. (Ist)

BANDARLAMPUNG—Bank Indonesia menindak tegas 95 money changer tidak berizin karena batas waktu pengajuan izin telah berakhir pada 7 April 2017. Ini menyusul telah dikeluarkannya Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 18/20/PBI/2016 tentang kewajiban perizinan ‎Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB).

Kepala Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Eni V Panggabean menuturkan, ke 95 money changer tidak berizin tersebut mayoritas berada di Bali (47 KUPVA BB). Sisanya tersebar wilayah Jakarta, Bogor, Depok (36), Sumatra Utara (4) dan Pematang Siantar (8).

“Tanggal 7 April 2017 itu adalah batas waktu pengajuan perizinan KUPVA BB yang tidak berizin, maka kami lakukan tindakan penertiban. Pada tahap pertama kami tertibkan 95 KUPVA,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/4).

Dalam penindakan ini, BI bekerjasama dengan pihak Kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Dari data kita, sebelumnya itu ada 784 KUPVA yang tidak berizin, maka dengan penindakan yang sudah kita lakukan ini, masih ada 661 yang belum, ini akan kita tindak bertahap,” terangnya.

Ia menuturkan, dalam penindakan awal di Jakarta, Depok, Bogor, Bali, Sumatra Utara dan Pematang Siantar ini ada 184 KUPVA BB yang menjadi target Bank Indonesia. Dari 184 tersebut, 18 pelaku tengah mengajukan izin, 71 telah menghentikan layanan dan 95 pelaku telah ditertibkan.(*)

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan