Abaikan Keselamatan, Ribuan Pelajar Tubaba Hadiri Pemecahan Rekor Muri

Rusli | Fajar Sumatera

PANARAGAN – Ribuan pelajar tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) abaikan keselamatan dengan beramai-ramai menaiki kendaraan pengangkut barang.

Para siswa ini menaiki mobil pick up dan mobil truk untuk menghadiri acara pemecahan rekor Muri 29.600 tumbler, yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di lapangan pemerintah kabupaten setempat, Kamis (28/11).

Padahal, dalam Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, ayat 4, menerangkan bahwa angkutan barang, tidak diperkenankan untuk membawa penumpang.

Berdasarkan Undang Undang tersebut, pemkab setempat seolah tidak memperdulikan dan tidak menghawatirkan keselamatan para pelajarnya.

Mengingat mobilisasi seperti itu berpotensi menimbulkan kecelakaan yang mengakibatkan cidera serius hingga kehilangan nyawa.

Bahkan sejumlah wali murid mengaku khawatir dengan keberangkatan anak-anaknya yang menaiki kendaraan pengangkut barang untuk menghadiri kegiatan pemecahan rekor Muri tersebut.

Namun, demi nama baik Tubaba dan sudah dalam pengawasan guru, para wali murid terpaksa mengizinkan anak-anaknya untuk menghadiri kegiatan berskala nasional itu.

“Yah mau gimana lagi. Kawatir sih, mudah-mudahan selamat,” kata Wisdan, salah satu wali murid.

Sementara itu, Ari Tantaka, Sekertaris Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Tubaba menyayangkan fenomena ini.

“Bagaimanapun juga itu suatu tindakan yang salah. Sangat disayangkan mobilisasi massa sebanyak itu harus melabrak aturan,” singkat Ari.

Terpisah, pihak terkait menyebutkan bahwa pembagian tumbler kepada pelajar bertujuan untuk mengurai sampah plastik di kabupaten berjuluk Ragem Sai Mangi Wawai yang sudah digalakkan beberapa bulan lalu.

Dan hari ini adalah puncak dari ambisi pemecahan rekor Muri tersebut dengan bertemakan tumbler untuk Tubaba berkarakter.(RUS)

Abaikan Keselamatan Ribuan Pelajar Tubaba Hadiri Pemecahan Rekor Muri

Posting Terkait