Abdullah Aman Damai Warning Program Kartu Petani Berjaya

Abdullah Aman / Foto: Josua

BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, menggelar rapat koordinasi teknis pembahasan program Kartu Petani Berjaya (KPB), dengan menggunakan terobosan teknologi informasi.

Sistem ini nantinya akan mengcover dan mengendalikan tiga hal yaitu, arus barang, arus uang dan arus datang.

Ketua Tim Program KPB, Yusuf Barusman, mengatakan soft lounching KPB, tersebut akan dilaksanakan di ahir bulan September dan kemudian akan berjalan penuh di tahun 2020.

Dalam pelaksanaan program KPB, tersebut Pemprov Lampung, konsekuensinya agar bisa mengendalikan pupuk, bibit, obat-obatan, sampai jaminan harga panen untuk petani. Maka pemerintah harus hadir dalam bentuk badan usaha.

“Yang akan diusulkan nantinya ada empat BUMD yaitu yang berkaitan dengan kepemilikan sistem IT, penyediaan saprotan, pasca panen, permodalan dan juga jamkrida,” kata Yusuf Barusman, Ketua Tim Program KPB, kemarin.

Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Abdullah Aman Damai, meminta program KPB memiliki data yang akurat dan anggaran yang memadai saat dijalankan.

Hingga saat ini, Provinsi Lampung sebagai salah satu sentra hasil bumi seperti singkong dan beras, belum memiliki data yang akurat terkait jumlah petani di Lampung.

“Dengan data yang akurat dan anggaran yang memadai, sistem terintegrasi program KPB diharapkan dapat menjadi sumber informasi dan menjangkau seluruh petani dan tepat sasaran,” ujar Abdullah, Jumat (9/8).

Kata dia, Universitas Lampung yang memiliki sumber daya dan telah banyak melakukan penelitian di bidang pertanian siap untuk mendukung program petani berjaya Pemprov Lampung.(BM)

Posting Terkait