Abu Vulkanik GAK Kian Meningkat, Puskesmas Rajabasa Bagikan Masker Gratis

Kepala Puskesmas Rajabasa Khilmiah membagikan masker gratis kepada siswa siswi SD dan SMP di sekitar daerah yang terkena dampak debu abu vulkanik.

KALIANDA – Semakin tingginya aktifitas semburan debu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau (GAK), menyebabkan penduduk disekitar GAK mengalami gangguan pernafasan. Untuk itu, Puskesmas Rajabasa Lampung Selatan membagikan masker gratis kepada masyarakat Pulau Subesi, Rabu (8/8).

Menurut Kepala Puskesmas Rajabasa Khilmiah, SKM, hal ini dilakukan pihaknya guna menghindari dampak buruk bagi kesehatan masyarakat sekitar GAK, terutama warga pulau subesi dan sebuku Lampung Selatan.

Baca Juga:  Soal Penambangan Pasir GAK, PDIP Ancam ke Ranah Hukum

“Kami sengaja turun langsung ke pulau subesi untuk membagikan masker secara gratis kepada masyarakat pulau Subesi. Bahkan warga Desa lain seperti Rajabasa, Way Muli dan sekitarnya yang juga terkena dampak debu vulkanik GAK, kami berikan masker secara gratis,” ujarnya kepada Fajar Sumatera.

Bahkan, Mia sapaan akrabnya juga sudah memberikan himbauan kepada tenaga medis yang ada di seluruh Kecamatan Rajabasa, agar menyiagakan obat-obatan yang berhubungan dengan gangguan penafasan. Agar masyarakat yang mengalami gangguan pernafasan akibat debu vulkanik GAK, tidak perlu jauh-jauh datang ke puskesmas untuk berobat, mengingat kondisi saat ini sangat tidak dianjurkan untuk melakukan aktifitas diruang terbuka.

Baca Juga:  Status GAK Level II Waspada, Nelayan & Wisatawan Dilarang Mendekat

“Sekarang intensitas debu vulkanik masih cukup tinggi, jadi kami menyarankan untuk mengurangi aktifitas di luar ruangan. Jika memang tidak terlalu penting ya, lebih baik beraktifitas di rumah saja,” tambahnya.

Terpisah, Zulkifli (30) warga pulau Subesi mengaku memang debu abu Vulkanik cukup meresahkan, memang sifatnya sedikit demi sedikit, akan tetapi selalu mengotori baik halaman rumah seluruh warga pulau subesi.

Baca Juga:  Pemprov Canangkan Sebagian GAK Jadi Taman Wisata Alam

“Setiap hari dari bagian kaca rumah sampai lantai, di penuhi debu abu vulkanik. Akan tetapi kami tidak begitu khawatir, mengingat aktifitas seperti ini sudah biasa bagi kami. Tetapi tidak sesering ini, kalau ini pagi, siang dan sore pasti debu tersebut mengotori rumah kami,” ujarnya.

Untuk itu, dirinya sangat bersyukur adanya bantuan masker gratis kepada masyarakat disini, hal ini bisa meringkan ke khawatiran kami akan timbulnya penyakit batuk, flu dan sebagainya.

“Kami sangat bersyukur, dengan begitu kami tidak khawatir untuk berpergian keluar rumah. Mengingat hampir disetiap sudut ruang terbuka pasti ada debu vulkanik dari GAK,” tutupnya. (AS)

Gunung Anak Krakatau

Posting Terkait