Ada Aroma Rekayasa Sidang Khairul Bhakti dan Reynold Manurung Dalam Kasus Senpi dan Narkoba

Jenis pistol Makarov buatan Uni Soviet yang disita dari perkara Khairul Bakti. Foto: ist

Bandar Lampung – “Masih pemeriksaan saksi-saksi,” jawab Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejati Lampung, Roosman Yusa. Ungkapan ini diutarakan Yusa saat ditanya sudah sampai mana tahap persidangan Khairul Bakti, mantan Wakil Ketua DPRD Kota Bandar Lampung dan Reynold Manurung yang terjerat dalam kasus penyalahgunaan narkotika serta kepemilikan senjata api (senpi) di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (13/1/2020) lalu. Yusa adalah JPU dalam perkara ini.

Dilihat dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) pada Pengadilan Negeri Tanjungkarang, perkara Khairul Bakti yang ditangani Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung ini sekaligus pada tahapan tuntutan dan putusan pada Rabu (15/1/2020). Jawaban Yusa berbanding terbalik dengan informasi yang tertera di SIPP Pengadilan Negeri Tanjungkarang.

Biasanya, perkara ini disidang setiap hari Rabu. Penelusuran kami pada hari dimana sidang biasanya berlangsung, persidangan Khairul Bakti dan Reynold Manurung yang biasanya dilaksanakan di Wijono Projodikoro atau Cakra berlangsung sangat cepat.

Padahal kala itu sejumlah orang di Pengadilan Negeri Tanjungkarang yang ditanyai tentang persidangan ini mengatakan Khairul Bakti dan Reynold Manurung dinyatakan hadir. Perkara ini diketuai majelis hakim Yus Enidar dengan anggota Novian Saputra dan Raden Ayu Rizkiyati.

Dilihat dari SIPP Pengadilan Negeri Tanjungkarang, perkara ini sudah masuk dalam tahap pembacaan surat putusan. Demikian bunyi putusan hakim untuk Khairul Bakti;

Baca Juga:  Kejati Lampung Tidak Transparan Usut Kasus Arinal Djunaidi

“Menyatakan terdakwa Khairul Bakti bin Nurdin terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan perbuatan pidana penyalahgunaan narkotika golongan I bagi diri sendiri. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama sepuluh bulan.

Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Memerintahkan agar terdakwa dikeluarkan dari Rumah Tahanan Negara. Memerintahkan agar terdakwa menjalani pengobatan dan perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial di Klinik Pratama BNN Provinsi Lampung setelah dikurangi dari masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa dari hukuman yang dijatuhkan.

Menetapkan barang bukti berupa di antaranya dua paket kecil narkotika jenis sabu-sabu, dua plastik klip kosong, seperangkap alat hisap sabu atau bong, satu pucuk senjata api jenis pistol No.T 1251752 berikut magasin serta 22 butir amunisi kaliber 32.”

Dilihat dari SIPP Pengadilan Negeri Tanjungkarang, vonis terhadap Reynold Manurung juga sudah keluar. Demikian bunyinya;

“Menyatakan terdakwa Reynold Manurung anak dari Jaiman Manurung terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan perbuatan pidana tanpa hak menyimpan dan menyembunyikan sesuatu senjata api dan amunisi dan penyalahguna narkotika golongan I bagi diri sendiri.

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Renol Manurung anak dari Jaiman Manurung oleh karena itu dengan pidana penjara selama dua tahun. Menyatakan masa penangkapan dan penahanan yang dijalani terdakwa-terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Menyatakan terdakwa tetap ditahan dalam Rumah Tahanan Negara.

Menyatakan barang bukti berupa, dua paket kecil narkotika jenis sabu-sabu, dua plastik klip kosong, seperangkat alat hisap sabu atau bong, satu pucuk senjata api jenis pistol No.T 1251752 berikut magasin berisikan 22 butir amunisi kaliber 32 dirampas untuk dimusnahkan.”

Warga Kota Bandar Lampung Saputra mengatakan, meminta perkara ini menjadi perhatian bagi Komisi Kejaksaan dan Komisi Yudisial. Sebab, perkara ini dinilai janggal dan terlebih lagi menyangkut narkotika serta senjata api ilegal. “Mudah-mudahan menjadi perhatian bagi Komisi Kejaksaan dan Komisi Yudisial,” ucap Saputra, Minggu (19/1/2020).

Baca Juga:  Dakwaan Koruptor RSUD Pesawaran: Satu Bukti Kejati Lampung Garang Dipimpin Diah Srikanti

Menurut Saputra berdasarkan pemberitaan yang diketahuinya dari media massa, kepemilikan senpi ilegal itu pihak Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung adalah milik Khairul Bakti. Namun dari putusan majelis hakim, justru kepemilikan senpi malah kepada Reynold Manurung. “Ini kok jadi dibolak-balik ya,” ungkapnya.

Saputra juga mempertanyakan proses sidang yang terkesan dikebut. “Kok tiba-tiba sidangnya sudah tahap putusan. Dan putusannya malah menyatakan rehab serta Reynold Manurung yang divonis hanya dua tahun. Padahal itu kan masuk ke dalam UU Darurat,” ketusnya.

Baca Juga:  Kejati-KPK Lacak Aset Alay di Seluruh Bank

Secara umum pemeriksaan terdakwa dalam persidangan diatur dalam Bab XVI Bagian Ketiga Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP), yakni mulai dari awal sampai kepada putusan.

Perkara ini bermula dari penyelidikan Subdit III pada Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung di Perumahan Gunung Madu, Kelurahan Pematang Wangi, Kecamatan Tanjung Senang, Jumat (13/9/2019). Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung Kombes Pol Shobarmen menyatakan status Khairul Bakti dan Reynold Manurung dinaikkan menjadi tersangka Khairul Bakti.

“Dalam penggrebekan di Tanjungsenang lalu ditetapkan 2 orang tersangka, yakni Khairul Bakti dan Renold Manurung dalam kasus penyalahgunaan narkotika,” ujarnya, Selasa (17/9/2019). Shobermen pun menuturkan jika Khairul Bakti juga dijerat atas kepemilikan senjata ilegal. “Kami juga menetapkan Khairul Bakti menjadi tersangka dalam kasus senjata api ilegal,” tuturnya.

Dalam perkara ini, ada empat orang yang tidak ditetapkan sebagai tersangka walau diamankan dalam satu tempat kejadian perkara. Shobarmen mengaku jika mereka yakni Rio Wijaya, Ananda Miko, Dwi Prastya Andika, dan Dhe Aulia Putri tidak terlibat.

Pasca penetapan tersangka ini, beredar kabar jika Khairul Bakti tidak berada di rumah tahanan Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung. Namun hal ini langsung dibantah kepolisian. “Nggak ada. Dia masih di sini (di rumah tahanan),” ujar Kombes Pol Shobarmen. (Ricardo)

Kasus Narkotika dan Senpi Ilegal Kejati Lampung Khairul Bakti

Posting Terkait