Ada Gadis di Indonesia Development Forum 2018

Bupati Pesawaran Dendi Romadhona saat presentasi program Gadis dalam IDF 2018 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

JAKARTA – Perhelatan Indonesia Development Forum (IDF) 2018 yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas RI bekerjasama dengan Pemerintah Australia di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa-Rabu (10-11/7/2018), kemarin, turut menghadirkan sejumlah pemimpin lokal inovatif sebagai narasumber.

Salah satunya Bupati Pesawaran, Lampung, Dendi Romadhona, yang didaulat memaparkan materi Inovasi Tata Kelola Pemerintahan dan Pembangunan Daerah, pada Plennary Session hari pertama, Selasa (10/7/2018).

Tampil percaya diri di hadapan 700-an audiens, bupati termuda di provinsi ujung Sumatera ini sukses memukau tetamu asal praktisi pemerintahan, akademisi, peneliti, kalangan swasta, investor domestik dan mancanegara, serta media massa itu.

IDF 2018 merupakan forum inisiasi Kemen PPN/Bappenas RI yang diadakan khusus mengupas progresivitas kinerja proses kreatif mengatasi ketimpangan wilayah di Indonesia.

Secara tematik, gelaran IDF 2018 sukses mendorong diskusi terbuka isu-isu dan tantangan utama mengatasi laju pembangunan manusia dan ekonomi yang tidak merata di seluruh Indonesia, melalui ekspos penelitian dan best practice dari para ahli dan praktisi, bertujuan menghasilkan rekomendasi untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024.

Saat presentasi, pria yang juga Wakil Ketua Bidang Pengkajian Strategis dan Evaluasi Kebijakan Publik Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) ini justru sibuk membawa “gadis”, ternyata.

Baca Juga:  Wapres JK Hadiri Pembukaan Indonesia Development Forum

Tenang dulu. Ini beda. Adalah Gerakan Desa Ikut Sejahtera, disingkat Gadis, nama inisiasi program inovasi kebijakan pembangunan daerah berbasis kearifan lokal desa di kabupaten berjuluk Bumi Andan Jejama itu.

“Program Gadis kami luncurkan mulai tahun anggaran 2017 melalui stimulus dana Rp100 juta per desa. Target alokasinya fokus bagi desa berprestasi dengan sejumlah kriteria, mulai tertib administrasi desa, lunas PBB, aktivasi Siskamling, inovasi PKK dan dokumen perencanaan usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Gadis ini kohesif dengan program Pemerintah Provinsi Lampung dan pemerintah pusat, menempatkan desa sebagai subyek pokok sesuai amanat UU Desa,” papar dia.

“Masih rendahnya aksesibilitas coverage area koneksi internet di Kabupaten Pesawaran yang baru berkisar 11 persen dari luas wilayah, hingga kendala hilirisasi produk unggulan desa (PruDes) oleh masih minimnya kapabilitas transformasi produk yang marketable, akses pembiayaan ringan, dan pemasarannya jadi tantangan tersendiri yang terus kami atasi dalam pelaksanaannya,” papar dia lagi.

Sehingga, lanjut Dendi, “Selain melakukan terobosan stimulasi program, deregulasi, musyawarah antar desa, pemberlakuan fit and proper test bagi pelaksana program Gadis sebagai prevensi praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dan perwujudan tata kelola pemerintahan yang baik (good corporate governance), Pemkab Pesawaran juga terus berupaya dan terus membutuhkan sinergi bersama pemangku kepentingan lainnya.”

Baca Juga:  Wapres JK Hadiri Pembukaan Indonesia Development Forum

“Program ini diformulasi agar kolaborasi pemda dan desa terwujud, dengan menonjolkan aspek tumbuh kembang potensi desa, basis produksi, serta PruDes berbasis kondisi potensi pasar dari tiap desa. Inovasi programnya berjalan berdasarkan skema supervisi, fasilitasi, verifikasi, penyertaan modal, monitoring dan evaluasi. Sebuah skema efektif pendorong kualifikasi peningkatan kapasitas kompetensi BUMDes dan potensi ekonomi masyarakat desa,” kata Dendi membeberkan.

Dendi menguraikan bahwa beberapa dukungan program Gadis sendiri telah dilakukan, semisal pada sektor-sektor perbaikan infrastruktur wisata, penyertaan modal BUMDes, hingga inkubasi usahanya.

“Adapun stimulasi program yang kami lakukan seperti bantuan kapal dan peralatan snorkeling di BUMDes Pahawang. Juga perbaikan jalan menuju destinasi wisata air terjun Anglo Desa Gunung Rejo, penyertaan modal dan inkubasi bisnis air mineral di Desa Mulyosari, penguatan modal dalam pengolah biji coklat di Desa Wiyono dan Gunungrejo, penguatan modal pengolahan batu fosil di Desa Wates Way Ratai, serta penguatan modal kerajinan tangan kain tapis di Desa Negerikaton,” urainya.

Selain itu, tambah Dendi, penguatan digitalisasi BUMDes berbasis aplikasi internet pun telah dilakukan di Desa Hanura. “Dan contoh konkrit keberhasilan program Gadis ini wilayah desa-desa tersebut kini telah berkembang dan berubah menjadi berprestasi,” lanjutnya.

“Prestasi-prestasi apa saja yang telah dicapai oleh desa yang ada itu? Desa Hanura jadi pelopor desa IT dengan inovasi pelayanan berbasis IT, Desa Gunung Rejo jadi desa terbaik nasional regional Sumatera 2017, Desa Mulyosari menerima penghargaan Pakarti Utama 2017, Desa Sinar Jati meraih penghargaan Pakarti Utama 2018,” ungkapnya di hadapan forum bergengsi tersebut.

Baca Juga:  Wapres JK Hadiri Pembukaan Indonesia Development Forum

Demi mengingat bauran audiens yang lintas profesi, Bupati Dendi seolah tak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas itu dengan mengajak serta berharap semua stakeholder terkait bisa bekerja sama dengan Pemkab Pesawaran bagi kemajuan bersama. “Pintu akan kami buka pintu seluas-luasnya selama kerjasama tersebut berlaku sama-sama menang,” tegasnya.

Kerjasama yang sangat diharapkan adalah kerjasama inkubasi bisnis, akses permodalan, serta akses pemasaran terintegrasi agar pemberdayaan ekonomi masyarakat desa bisa bergerak bersama dengan kemajuan warga desanya.

Disadari Dendi, sebagus apapun program inovasi daerah tanpa dukungan semua pihak terkait hingga bisa berdaya jual tinggi takkan berlangsung lama keberlanjutannya.

“Kami dalam hal ini Pemkab Pesawaran terbuka untuk bekerja sama dengan investor yang dapat dengan cepat membantu pengembangan potensi desa hingga masyarakat desa dapat sejahtera, tenang dan senang. Kami tunggu dan terima kasih,” tutupnya, disambut aplaus hadirin.

Terpisah, Kepala Desa Mulyosari Kecamatan Way Ratai Saifudin saat dimintai komentar soal progres program Gadis dengan nada bersemangat hanya mengatakan singkat. “Terus lanjutkan Pak Bupati, udah bener Gadis itu, pendorong kemajuan ekonomi desa, basisnya ya PruDes itu,” kata dia, sumringah. (net/hp)

Indonesia Development Forum

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan