Ada Saksi Meninggal Dunia Dikasus Mustafa

Fajarsumatera.co.id-Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] lewat jaksa sebagai penuntut umum bernama Taufiq Ibnugroho menyampaikan bahwa dakwaan kepada mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa telah dibacakan di PN Tipikor Tanjungkarang, Senin pagi, 18 Januari 2021.

Taufiq mengatakan bahwa, “KPK sudah membacakan dakwaan kepada Mustafa selaku mantan Bupati Lampung Tengah. Untuk pembacaan dakwaan hari ini, kita mendakwakan dakwaan kombinasi”.

Ia kemudian menjelaskan perihal apa yang disebut dengan dakwaan kombinasi, yang secara garis besar dakwaan Mustafa itu berkenaan dengan hal-hal berkait pada Gratifikasi dan Suap.

“Yaitu dakwaan pertama kesatu Pasal 12 huruf a atau Pasal 11, dan kemudian dakwaan kedua Pasal 12 huruf B (besar). Jadi kombinasi antara suap dan gratifikasi,” bebernya.

Pada kasus ini, Taufiq sudah menjelaskan bahwa ada 181 orang saksi terperiksa yang telah dimintai keterangannya oleh penyidik KPK. Kendati begitu, KPK menegaskan ada 1 orang saksi terperiksa yang telah meninggal dunia.

Untuk diketahui, sosok saksi yang meninggal dunia ini tidak dirincikan lebih jauh, misalnya perihal siapa nama; bagaimana keterangan dari saksi ini pada konteks kasus Mustafa. Reporter Suluh.co, masih akan menelusuri informasi detail perihal hal ini.

“Namun kita mendapat informasi bahwa ada salah satu saksi yang minggu kemarin, meninggal dunia. Jadi total awalnya, ada 181 orang saksi. Nah sekarang sudah 180 orang saksi,” ungkap dia.

KPK Umumkan Dakwaan Eks Bupati Lampung Tengah Mustafa: Hanya soal Gratifikasi

Jaksa sebagai penuntut umum dari KPK Taufiq Ibnugroho bersiaga di Kantor PN Tipikor Tanjungkarang saat melimpahkan berkas perkara Mustafa, Senin, 11 Januari 2021. Foto: Ricardo Hutabarat

 

Namun yang jelas, Taufiq mengatakan, KPK akan menghadirkan para saksi ke persidangan berikutnya pada 28 Januari 2020 yang pada dasarnya berguna demi pembuktian dakwaan terhadap Mustafa.

“Kalau terkait menghadirkan saksi-saksi, nanti kita lihat terkait dengan kepentingan pembuktian,” tutupnya.

Reporter: Ricardo Hutabarat

Posting Terkait