Adu Ide Ala Kaum Millennial Pendukung Capres di Studio Kopi FSTV

Foto: Tommy Saputra

BANDARLAMPUNG – Fajar Surya Television menggelar bincang santai bersama bersama kaum millennial pendukung pasangan calon presiden – calon wakil presiden nomor urut 01 dan 02 yang akan bertarung di pilpres 17 April 2019 mendatang di Studio Kopi pada Kamis (7/2).

Bincang santai dengan menghadirkan empat narasumber millennial saling menyuguhkan adu ide dan gagasan dari pasangan calon presiden – calon wakil presiden nomor urut 01 dan 02.

Bravo lima, Daru sebagai kaum meillenial pendukung pasangan calon nomor urut 01, Joko Widodo – Ma’ruf Amin menilai paslon nomor urut 01 lebih detail dalam menjabarkan visi –misi untuk menjadikan bangsa Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Baca Juga:  Mappilu dan KPU: Komitmen Wujudkan Pemilu Damai

Sementara ia menilai program paslon nomor urut 02 terkesan bias karena tidak menjelaskan secara detail program-program yang kabarnya akan menjadikan Indonesia menjadi negara lima besar di dunia.

“Pak jokowi  tidak menyebutkan banyak goals itu. tetapi beliau lebih menjelaskan penjabaran visi misi  dan strategi yang lebih jelas untuk menuju kesana,”kata Daru, Kamis (7/2).

Menanggapi itu, Garbi Lampung Dani Mustofa menyampaikan bahwa seorang pemimpin itu harus memiliki visi jangka panjang atau narasi yang besar, kemudian diwujudkan saat memenangi pilpres 2019 mendatang.

“Jika bangsa kita tidak dibangun dengan narasi yang besar, maka tidak akan merdeka. Dulu Hos Cokro Aminoto melalui organisasi serikat Islam membuat visi jangka panjang bahwa Indonesia harus merdeka.  Kemudian dari visi itu, ia menggalang sikap nasionalisme masyarakat sehingga bangsa Indonesia bisa merdeka,”ungkapnya.

Baca Juga:  Mappilu dan KPU: Komitmen Wujudkan Pemilu Damai

Publik tidak ingin mengetahui kurun waktu dalam mewujudkan nanawacita di kepemimpinan Joko Widodo – Jusuf Kalla saat memenangi pilpres 2014 lalu.

“Publik tidak mau tahu kalau nawacita selesai dalam 5 tahun, 10 tahun atau 20 tahun kedepan.  Yang jelas di lima tahun kepemimpinannya nawacita itu harus selesai, sehingga tidak harus dua periode untuk mewujudkannya,”ucapnya.

Selain itu, ia menilai kepemimpinan Joko Widodo sebagai presiden RI periode 2014-2019 telah gagal dalam mewujudkan nawacita tersebut.

Baca Juga:  Mappilu dan KPU: Komitmen Wujudkan Pemilu Damai

“ lima tahun kepemimpinannya sudah gagal, terus mau nawacita yang mana . hari ini coba sebutkan nawaita mana yang telah berhasil, kita koreksi sama-sama. Jadi jangan sampai kegagalan  lima tahun kemarin ini ditambah dengan kegagalan baru lagi,”tegasnya,

Oleh karena itu, ia berharap kegagalan Jokowi – JK di periode 2014-2019 lalu menjadi dasar paslon nomor urut 02 Prabowo – Sandi memenangi ajang pesta demokrasi lima tahunan tersebut. (*)

“Jadi pak Prabowo-Sandi ini merupakan, harapan, tenaga, sprit dan pengalaman baru untuk memimpin Indonesia lebih baru lagi,”ungkapnya.

Capres FSTV Kaum Millennial Pilpres Studio Kopi

Penulis: 
    author

    Posting Terkait