Agung Ilmu Mangkunegara Bilang Sangat Tidak Mungkin Ada Orang yang Antar Uang Miliaran ke Rumdisnya, Sebab…

Suasana persidangan online atas kasus korupsi yang melibatkan Bupati Lampung Utara non aktif Agung Ilmu Mangkunegara di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang Kelas 1A. Foto: Tinus Ristanto/Fajar Sumatera

Bandar Lampung – Terdakwa untuk kasus korupsi suap fee proyek pada Dinas PU-PR dan Dinas Perdagangan Lampung Utara menyebut sangat tidak mungkin ada seseorang yang mampu menyerahkan uang berapapun nilainya ke rumah dinasnya (Rumdis).

“Saya keberatan atas keterangan saudara saksi, yang bilang pernah mengantarkan uang senilai Rp3 miliar ke rumah dinas saya, Yang Mulia,” ujar Bupati Lampung Utara non aktif Agung Ilmu Mangkunegara.

Baca Juga:  Setya Novanto Gugat KPK

Ungkapan ini disampaikan oleh terdakwa saat mendengar keterangan saksi bernama Desyadi. Saksi ini adalah Plt Kepala BKPAD Lampung Utara. Desyadi sebelumnya mengungkapkan, bahwa ia secara langsung memberikan uang secara langsung ke Agung Ilmu Mangkunegara untuk keperluan membeli mobil mewah.

“Jangankan miliaran rupiah Yang Mulia. Satu plastik kresek atau dus aja pasti saya tahu. Karena ada sensor di rumah dinas saya. Dan pasti juga dicek sama ajudan saya. Jadi sangat tidak mungkin dia antar duit ke saya,” lanjut Agung Ilmu Mangkunegara.

Baca Juga:  FSTV dan SKH Fajar Sumatera Bertanggung Jawab Sajikan Informasi Kredibel

Penyampaian Agung Ilmu Mangkunegara tersebut diutarakan saat persidangan kasus tersebut digelar secara online. Agung Ilmu Mangkunegara sendiri saat itu berada di Rutan Bandar Lampung Kelas 1 A. Untuk saksi sendiri berada di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang Kelas 1A, Senin malam, 30 Maret 2020.

Ucapan Agung Ilmu Mangkunegara itu sendiri disampaikan atas adanya pertanyaan dari majelis hakim Efiyanto. Saat itu, Efiyanto memberikan waktu kepada Agung Ilmu Mangkunegara untuk memberikan tanggapan atau pertanyaan.

Baca Juga:  Aliran Uang Rp2,5 M ke Musa Zainudin: Syahrudin Putera dan Syamsir Turut Serta Dalam Pertemuan Lobi-lobi Urusan DAK

Atas bantahan tersebut, majelis hakim bertanya kepada Desyadi, apakah tetap pada keterangan di awal atau tidak. “Saya tetap pada keterangan saya di awal,” ungkap Desyadi.

Sementara Agung Ilmu Mangkunegara tetap pada bantahannya. “Saya tetap pada bantahan saya Yang Mulia,” jawab Agung Ilmu Mangkunegara.

Jaksa pada KPK menegaskan pemberian uang yang dilakukan Desyadi itu telah berulang kali dilakukan. Adapun total uang yang diberikan kepada Agung Ilmu Mangkunegara sebesar Rp10 miliar lebih. “Itu tadi sudah diungkapkan saksi di persidangan. Nanti saya jelaskan kepada teman-teman media tentang rincian keterangan saksi Desyadi,” kata Taufiq Ibnugroho. (Ricardo)

Agung Ilmu Mangkunegara KPK

Posting Terkait