AJI Berharap Media Lampung Didominasi Isu Lingkungan

Foto: Josua

BANDARLAMPUNG – ISU seputar lingkungan seharusnya mampu mendominasi pemberitaan media massa di Bandarlampung, hal ini disebabkan isu lingkungan berdampak besar terhadap keberlangsungan hidup manusia.

Demikian disampaikan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung dalam workshop jurnalistik bersama World Wide Fund (WWF) dan Wildlife Conservation Society (WCS) Lampung dengan tema Konservasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

Workshop jurnalistik berlangsung dari 6-7 April 2019 di Hotel Batiqa dan Whiz Prime Bandarlampung dengan diikuti 20 peserta dari berbagai media di Lampung, baik cetak, elektronik, maupun daring.

Baca Juga:  DLH Luncurkan Program Penghijauan

“AJI ingin mendorong bagaimana isu lingkungan, khususnya konservasi TNBBS ini makin massif diberitakan oleh kawan-kawan. Bukan hanya sebatas pemberitaan, misalnya, ketika ada peristiwa penangkapan jual beli satwa dilindungi seperti cula badak dan harimau,” kata Ketua AJI Bandarlampung, Padli Ramdan, Sabtu (6/4/2019) di Hotel Batiqa.

Melalui kegiatan ini, AJI Bandarlampung berupaya mendorong media untuk menginformasikan kepada masyarakat luas, khususnya warga Lampung, apa saja keuntungan yang akan diperoleh apabila ekosistem TNBBS terjaga dengan baik.

Baca Juga:  Pemkab Tanggamus dan TNBBS Rapat Bersama Soal Gajah

Hingga saat ini, kawasan konservasi yang dikenal luas sebagai destinasi wisata adalah Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Sementara spot-spot wisata alam di TNBBS juga tak kalah menariknya, seperti kawah-kawah di daerah Keramikan Pesisir Barat (geothermal), serta perairan danau.

Geothermal di Keramikan bahkan mampu menarik minat pengunjung dari Sumatera Selatan dan Bengkulu.

Pihak TNBBS memberdayakan masyarakat di sekitar kawasan konservasi dengan memberikan izin usaha pemanfaatan jasa wisata alam.

“Ada beberapa spot yang memang sangat potensial di kawasan TNBBS, tapi ini kan memerlukan kerja sama dengan beberapa pihak, termasuk para agen-agen perjalanan yang melakukan tur dan PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia),” ujar Kepala Bidang Teknis Konservasi TNBBS, Ismanto.

Baca Juga:  Potensi Ekosistem Esensial Hutan Mangrove Margasari

Eko wisata yang tak kalah menariknya adalah melihat kehidupan liar Gajah sumatera, salah satu spesies kunci di TNBBS selain harimau dan badak.

Ismanto berharap kunjungan ke destinasi wisata konservasi TNBBS dapat disinergikan dengan agenda tahunan Pemerintah Provinsi Lampung. (JN)

AJI Lampung lingkungan TNBBS WWF

Posting Terkait