Akhir Tahun Jargas PGN Rampung

BANDARLAMPUNG—Sales Area Head Perusahaan Gas Negara (PGN) Lampung, Wendi Purwanto menargetkan, proses pemasangan jaringan gas (jargas) berupa pipa jaringan distribusi dan instalasi gas bumi untuk wilayah Bandarlampung selesai pada Desember 2017.

“Untuk pemasangan jaringan gas bumi PGN di Lampung, baik inatalasi maupun jalur ditribusinya bisa selesai pada Desember 2017 dan sudah bisa dioperasikan,” ujarnya saat ditemui, Senin (17/7).

Sejak dimulainya pemasangan pipa jalur gas pada awal Juli 2017, sampai saat ini jumlah instalasi telah terpasang sekitar tiga ribu rumah. Pipa ini terpasang di beberapa kelurahan diantaranya Pahoman, Kelapa Tiga, dan sebagian wilayah kecamatan Tanjung Karang Pusat.

Adapun wilayah Bandarlampung yang bakal dilalui pipa jaringan gas bumi PGN ialah Kecamatan Teluk Betung Utara, Tanjung Karang Pusat, Tanjung Karang Barat, Kedaton, Way Halim, Labuhan Ratu, Tanjung Seneng dan Sukarame.

Seperti diketahui, pada tahun ini, kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan pemasangan instalasi gas bumi untuk rumah tangga berpenghasilan rendah, kepada masyarakat ditiga daerah yaitu, Mojokerto Jawa Timur, Bandarlampung, Lampung dan Musi Banyuasin Sumatera Selatan.

“Untuk Bandarlampung, mendapatkan kuota sebanyak 10.321 rumah tangga. Pemasangan ini diberikan oleh pemerintah pusat secara gratis. Jika dikalkulasikan terkait biaya pasang baru, total biayanya bisa mencapai sekitar Rp3 – 5 juta  untuk satu rumah,” kata Wendi.

Untuk menghindari adanya pungutan liar atau jika ada pihak manapun yang meminta imbalan untuk pemasangan jaringan instalasi gas bumi, maupun komplain yang berkaitan dengan PGN, masyarakat bisa menghubungi call center PGL Lampung dinomor 1500-645.

Saat ini jumlah kuota yang ditentukan pusat sudah cukup dan telah selesai diverisikasi. Meskipun begitu, sampai sekarang ini masih banyak masyarakat yang berniat ingin mendaftar.

Ada antrian berkas sekitar 500 rumah tangga yang mengajukan, namun pihak PGN telah menjelaskan kepada masyarakat bahwa pengajuan tetap diterima namun untuk penambahannya masih belum bisa dipastikan kapan akan disetujui. Sebab PGN Lampung hanya mengerjakan sesuai dengan arahan dari pusat.

“Bagi masyarakat yang ingin mengajukan permohonan pemasangan instalasi, berkasnya masih kami terima, namun untuk kapan dan apakan disetujui, kami tidak bisa menjamin. Karena itu tergantung dari kementerian,” pungkasnya.

Dia menjelaskan, tidak dipungutnya biaya pasang inatalasi jaringan gas yang diberikan oleh kementrian ESDM ini, merupakan pengalihan dari subsidi BBM yang telah dihapuskan.

“Bantuan pemerintah ini merupakan converter dari subsidi BBM yang dihapuskan, yang kemudian dialihkan untuk biaya pemasangan instalasi jaringan gas rumah tangga berpenghasilan rendah,” tambahnya.

Selain pemasangan jaringan gas bumi untuk rumah tangga, PGN Lampung juga menyediakan instalasi untuk sektor industri. Namun tidak semua sektor tersebut bisa terlayani, hanya usaha yang lokasinya sudah ada atau dilalui oleh jalur pipa jaringan gas PGN.

Pemerintah Provinsi Lampung sebelumnya telah menerbitkan Surat Keputusan Gubernur Lampung tentang Pemanfaatan Gas PT PGN di Provinsi Lampung.

Pemprov Lampung melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat mengusulkan pembangunan jaringan gas rumah tangga pada musyawarah perencanaan pembangunan nasional (musrenbangnas) sebanyak 12 ribu sambungan rumah (SR).

Kini pipa distribusi PGN tersambung pada ruas Labuhan Maringgai-Bandarlampung sepanjang 90 km. Rencananya pembangunan pipa jaringan gas pada 2017 mencapai 200 km, termasuk pipa induk dan instalasi pelanggan.

Dengan kerja sama itu, kini PGN melayani 23 pelanggan industri dan komersial. Kemudian akan dilanjutkan dengan membangun jaringan gas rumah tangga di Bandarlampung sebanyak 10.321 unit.(IH)

Posting Terkait