Aksi Membabi Buta Kadishub Lampura Bakal Di Proses

Kapolres Lampung Utara (Lampura) AKBP Bambang Yudho Martono

LAMPUNG UTARA – Kapolres Lampung Utara (Lampura) AKBP Bambang Yudho Martono, tegaskan aksi ‘koboi’ Kepala Dinas Perhubungan, Basirun Ali diproses secara hukum. Apalagi persoalan tersebut menjadi atensi Kapolda Lampung. “Kita proses, apalagi memang kasus ini menjadi atensi Kapolda Lampung,”tegas Kapolres kepada sejumlah awak media, digedung Korpri, Selasa (7/4)

Dijelaskan Kapolres, pihaknya telah meminta keterangan sejumlah pihak. Diantaranya Melan anggota Sat Pol PP yang juga driver Kasat Pol PP Lampura Pirmansyah. Juga saksi lainnya yang berada di pos rumah dinas wakil bupati saat kejadian berlangsung. “sayangnya kediaman dinas itu tidak dilengkapi dengan CCTV, sehingga kita perlu meminta keterangan rekan-rekan yang berada dilokasi saat itu,” terang Kapolres.

Menurut Kapolres, jika sudah ada perkembangan arahnya jelas,  yakni  Undang-undang Darurat tentang Kepemilikan Senjata Api. Namun demikian masih harus dilakukan proses lebih lanjut. Apalagi saat ini proses yang dilakukan baru tahap meminta keterangan saksi korban. sementara terduga pelaku belum dimintai keterangan. “Tetapi yang pasti, kasus ini kita proses dan saat ini masih penyelidikan,” Ujarnya.

Sementara itu Plt. Bupati Lampura mengatakan dirinya telah memanggil Kasat Pol PP Pirmansyah dan Kadis Perhubungan Basirun Ali. Pada prinsipnya  keduanya tidak ada masalah. Namun jika ada persoalan hukum atas kejadian tersebut merupakan ranah kepolisian. “Keduanya sudah saya panggil dan prinsipnya tidak ada masalah. Namun jika menyangkut persoalan hukum, ya silahkan saja itu wewenang kepolisian,” ujarnya.

Terpisah Basirun Ali mengatakan tidak pernah mengacungkan senjata api sebagaimana yang tersebar dimedia. Apalagi dirinya tidak memiliki sanjata api. Melainkan hanya jenis sofgun yang memiliki izin. “Tetapi waktu kejadian sofgun itu tidak saya acungkan, siapa yang melihat ada gak fotonya,” beber Basirun

Dijelaskan Basirun, persoalan bermula ketika ia menemui Kasat Pol PP Pirmansyah. Waktu itu dirinya mengatakan mobil dinas yang dipinjamkan pada dirinya dalam keaadaan rusak. Pirman saat itu mengatakan bahwa mobil itu dalam kondisi baik. “Gak rusak kok, siapa yang bilang mobil itu rusak, bawa sini nanti saya tempeleng,” ujar Basirun menirukan ucapan Pirman kala itu.

pada situasi ini, lanjut Basirun sejumlah anggota Sat Pol PP mengelilinginya. Saat itulah ia bereaksi namun tidak sampai mengeluarkan sofgan apalagi mengacungkannya. “ya reaksi biasalah, memegang pinggang tetapi tidak sampai mengeluarkan senjata kok,”pungkasnya yang dikonfirmasi lewat sambungan telponya. (Edi Palay)

kadis main Senpi

Posting Terkait