ALSHCI Akal-Akalan Kuswanto Intervensi Dewan Etik KPU

Rakata Institute Diduga Intervensi Dewan Etik KPU

Foto: Ist

BANDAR LAMPUNG – MUNCULNYA Asosiasi Lembaga Survei dan Hitung Cepat Indonesia (ALSHCI) yang  baru disahkan oleh Menkumham pada 12 Maret 2018 lalu dengan mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum dinilai oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Humanika Lampung sebagai bentuk akal-akalan mengintervensi Dewan Etik KPU untuk pembelaan dirinya dalam menindaklanjuti permasalahan Rakata Institute.

Sebab, Eko Kuswanto yang diketahui menjabat Direktur Eksekutif Rakata Institute juga sebagai Ketua Asosiasi tersebut.

“Ini jadinya kan lucu. Ibaratnya, Eko hanya ganti baju saja, hari ini memakai baju Rakata, besok memakai baju Asosiasi, tetapi orangnya tetap sama. Artinya lembaga asosiasi ini digunakan oleh Eko untuk  membela diri dari Dewan Etik,” kata ketua LSM Humanika Lampung, Basuki, Rabu (25/4).

Baca Juga:  Rakata Institute Langgar UU Keterbukaan Informasi Publik

Basuki juga mempertanyakan mekanisme dalam menjalankan prosedur internal untuk mengonfirmasi kebenaran dari permasalahan tersebut.

“Masa iya Eko yang ketua ALSHCI memanggil dirinya sendiri sebagai Direktur Rakata Institute, ini seperti menonton dagelan, saja sehingga keliatan lucu,” ujarnya.

“Rakata nampaknya sudah mulai panik sehingga mencari pembelaan, sementara pembelaan terhadap hasil penelitian adalah pengujian bukan malah dagelan,” sindirnya.

Baca Juga:  Pengamat Hukum Sesalkan Polda Tolak Laporan Wartawan Terkait Rakata

Sementara itu, Ketua Jaringan Aspirasi Pemuda Republik Indonesia (JAPRI), Hermawan tidak mempermasalahkan akan hadirnya ALSHCI yang diketuai oleh Eko Kuswanto yang diindikasi untuk membela dirinya sendiri.

“Permasalahannya adalah dimanapun Rakata Institute bernaung pada asosiasi lembaga survei itu tidak masalah selama secara legal formalnya jelas,” ucapnya.

Dalam survei itu, Qyai sapaan akrab Hermawan melihat hasil survei yang dilakukan Rakata Institute beberapa waktu lalu sangat merugikan pasangan calon lain.

Baca Juga:  Dewan Etik Putuskan Lembaga Survei Rakata Institute Tidak Kredibel

“Sehingga masyarakat menjadi bertanya dengan cara atau metode apa sehingga hasilnya seperti yang sudah dirilis oleh Rakata beberapa waktu lalu,” jelasnya.

Selain itu, status Eko Kuswanto sebagai Direktur Eksekutif Rakata Institute yang juga seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), diindikasi menyebabkan dalam survey itu adanya ketidaknetralan atau berpihak ke salah satu paslon gubernur-wakil gubernur Lampung.

“Menurut hemat kami bahwa Eko selaku PNS  masuk kepada wilayah politik, sehingga sudah jelas aturannya bahwa ASN harus netral,” pungkasnya. (*)

ALSHCI Dewan Etik KPU Rakata Institute

Posting Terkait