Alzier Hadir Sebagai Saksi Disidang Gugatan

BANDAR LAMPUNG – M.Alzier Dianis Thabrani hadir sebagai saksi disidang gugatan kedua partai Golkar Lampung, di ruang sidang Yustitia, Pengadilan Negeri (PN) kelas I A Tanjungkarang, Bandarlampung pada Senin (20/8).

Sidang yang digelar sekitar pukul 09.30 WIB dipimpin oleh Hakim ketua Pastra Joseph Ziraluo, hakim anggota Mansur dan Syahri Adamy.

Kemudian, penggugat dalam perkara ini adalah Asep Yani dan Yur Aplah. Sementara pihak tergugat Ketua DPD I Partai Golkar Lampung Arinal Djunaidi,  yang diwakili kuasa hukumnya Ansori Bangsa Radin dan Abis Hasan Muan dan Irfan Balga.

Dalam kesaksiannya, Alzier mengaku bahwa pemecatannya sebagai ketua dewan pertimbangan partai Golkar tidak sesuai prosedur.

”Saya hadir sebagai saksi untuk menjelaskan, agar gugatan Asep Yani dan kawan-kawan menjadi terang benderang,” kata Alzier, Senin (20/8).

Baca Juga:  Alzier Didukung 11 DPD

Calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menjelaskan bahwa selama ini dirinya belum pernah menerima  SK pemberhentian dari DPD atau pun DPP. sementara pihak Arinal Djunaidi sudah mengekspose duluan terkait kabar tersebut.

“Saya jelas merasa dirugikan. Karena saya merasa dipermalukan, dengan persidangan ini harapannya agar tidak semena mena melakukan pemecatan, tetapi berdasarkan peraturan organisasi dan AD/ART Partai, ” tegasnya.

Ia menduga pemecatan ini dilakukan secara pribadi, karena ada faktor tidak senang dan bukan berdasarkan peraturan organisasi.

“Saya juga belum pernah mendapatkan SK  sebagai dewan pertimbangan partai Golkar Provinsi Lampung hasil munaslub 2017,”jelasnya.

Menanggapi itu,  Majelis Hakim Ketua Joseph Ziraluo kembali menegaskan,  apakah saudara tidak menerima atau belum menerima. Karena tidak menerima dengan belum menerima itu berbeda artinya.

Baca Juga:  Alzier Pantau Proses Hukum Seno Aji

“Objeknya tentang pemberhentian, satu yang dapat kita ambil belum pernah ada SK anda diberhentikan. Karena anda belum menerimanya, begitu kan?,” tanya Hakim Joseph.

“Ya,  Belum menerima,” jawab Alzier.

Sementara itu,  Abi Hasan Muan dari pihak Tergugat yang diwakili bertanya kepada Alzier, apakah tahu permasalahan ini agar diselesaikan di internal, di Mahkamah Partai.

“Saya tidak tahu, tidak dilibatkan,” jawab Alzier.

Saat diwawancarai usai persidangan Abi Hasan Muan kuasa hukum tergugat mengakui jika  sampai hari ini belum ada keputusan pemberhentian dari DPP.

“Kita masih mengusulkan pemberhentian atau pemecatan. Keputusan nya ada di tangan DPP,  jadi kita tunggu saja apa keputusannya,”katanya.

Ia mengungkapkan alasan pemecatan M.Alzier Dianis Thabrani sebagai ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Lampung karena tidak mendukung Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim sebagai calon yang ditetapkan oleh DPP Partai Golkar.

Baca Juga:  Kubu Arinal Dinilai Gagal Paham

Keputusan itu diambil secara kolektif bukan sepihak saja,  tapi sepengetahuan dari Arinal selaku ketua DPD Partai Golkar Lampung.

“Jadi bukan atas dasar pribadi,  tetapi secara kolektif dan sesuai mekanisme, ” ucapnya.

Sementara itu, M.Alzier Dianis Thabranie berharap putusan dari pengadilan ini dapat secara adil dan benar. Karena permasalahan ini dapat dijadikan pembelajaran untuk kader partai agar tidak bersikap semena-mena memecat anggotanya.

“Kita akan minta unsur pengadilan dapat memutuskan yang sejujur jujurnya. Dengan ini kita mau tahu dimana tinggkat pencemaran nama baiknya, perbuatan tidak menyenangkan. Karena belum juga ada SK pemberhentian dari DPD dan DPP, kok sudah main diekspos aja dikoran,”tegasnya. (*)

Alzier

Posting Terkait