Alzier Pantau Proses Hukum Seno Aji

M.Alzier Dianis Thabranie . (Ist)

BANDAR LAMPUNG – Diindikasi menghina topi tradisional masyarakat adat Lampung Pesisir (Kikat Hanung Bani) yang dikenakan Calon Anggota DPD RI Amir Faisal Shanjaya mirip jin pencabut nyawa oleh ketua AMPG ProvinsI Lampung, Seno Aji melalui grup Whatsapps menuai kritikan pedas dari berbagai tokoh masyarakat Saibatin.

Kali ini kritikan pedas itu datang dari tokoh masyarakat Pesisir dari kabupaten Pesawaran dan juga politisi senior di Bumi Ruwa Jurai M.Alzier Dianis Thabranie akan mengawal proses hukum atas berbagai laporan dari masyarakat Lampung Pesisir ke aparat hukum.

“Sebagai salah satu tokoh adat masyarakat Saibatin, saya akan melakukan pengawalan dengan memonitoring sejauh mana proses hukum yang telah dilakukan oleh Polda Lampung melalui keluarga besar Saibatin yang bekerja di kepolisian, baik yang berpangkat bintang satu hingga bintang tiga,” Kata Alzier, Rabu (11/7) malam.

Baca Juga:  Alzier Ogah Jabat Tangan Arinal

“Saya sudah meminta Sultan Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong, Pangeran Edward Syah Pernong agar permasalahan ini dapat diproses secara hukum supaya ada efek jera. Jika mau minta maaf, maka dia (Seno) harus mengikuti proses hukum terlebih dahulu baru mengikuti peraturan adat. Karena saya sebagai salah satu tokoh adat masyarakat Saibatin tidak terima atas hinaan yang dilontarkan oleh Seno Aji,”ujarnya.

Baca Juga:  Alzier Didukung 11 DPD

Alzier menilai bahwa tindakan Seno Aji yang juga kader partai Golkar Provinsi Lampung sekaligus pengusung pasangan calon nomor urut tiga Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim di pilgub 27 Juni 2018 sudah kebablasan yang menyebabkan kemarahan dari masyarakat adat Lampung Pesisir.

“Saya melihat Seno Aji sudah kebablasan dan sok pintar dengan perkataannya. Padahal dia (Seno) tidak mengerti adat istiadat Lampung Pesisir. Dia (Seno) itu mantan anak buah saya dan sekedar kroco mumet yang berlaga sok pintar saja,”ujarnya.

Oleh karena itu, ia meminta agar  ini bisa menjadi  pembelajaran para penegak hukum untuk menindak oknum yang diindikasi telah menghina masyarakat adat Pesisir Lampung agar masalah ini tidak berkepanjangan.

Baca Juga:  Alzier Punya Trik Khusus Jika Diusung PDIP

“Saya minta Polda dan Polres bisa merespon dan menindaklanjuti laporan itu dengan baik. Jangan sampai warga menjadi marah dan memakai hukum rimba untuk mencari keadilan,”ujarnya.

Dengan ditegakkannya proses hukun ini nantinya, ia berharap agar peristiwa ini tidak terulang lagi dan menjadi pelajaran untuk seluruh masyarakat untuk tidak terlalu mudah menghina adat istiadat seseorang.

“Ini sebuah pembelajaran bagi kita semua agar tidak asal mangap saja menghina adat istiadat orang lain,”pungkasnya. (*)

627 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Alzier

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan