Alzier Serang Balik Arinal

BANDARLAMPUNG – Suhu politik internal DPD Partai Golkar Lampung semakin memanas. Jika sebelumnya, kubu Arinal Cs menuding dan memecat M.Alzier Dianis Thabranie karena dianggap telah melanggar AD/ART partai berlambang pohon beringin.

Kali ini kubu Alzier Cs melalui Fasni Bima kader partai Golkar Kota Bandar Lampung yang menilai gaya kepemimpinan Arinal Cs telah banyak melakukan pelanggaran AD/ART.

“Kalau bicara persoalan AD/ART itu bukan kita (Alzier Cs) yang melakukan pelanggaran, tetapi di rezim kepemimpinan Arinal Djunaidi Cs ini yang tidak memahami Ad/Art. Bang Alzier memberi dukungan ke Ridho karena ayahnya (Fauzi Toha) sama-sama sebagai Muhtasar NU. Terus dimana letak pelanggaran bang Alzier yang ingin menyelamatkan partai Golkar dari kehancuran ini,”kata Fasni, Sabtu (23/6/2018).

Fasni mencontohkan beberapa pelanggaran yang dilakukan di rezim kepemimpinan Arinal Cs. Pertama, tidak memfungsikan Dewan pertimbangan DPD Partai Golkar yang dipilih dan diangkat oleh formatur. Kedua, belum  diterbitkannya Sk ketua dewan  pertimbangan DPD Partai Golkar.

“Padahal dalam Ad/Art menyebutkan bahwa SK itu diterbitkan paling lama tiga bulan sejak terpilih. Tetapi, hamper satu tahun terakhir bang Alzier belum menerima Sk itu. Jadi kalau berbicara pelanggaran itu, ya dari mereka Rezim Arinal Cs,”ucapnya.

Selain banyak melakukan pelanggaran Ad/Art, Fasni menilai, kehadiran Arinal Djunaidi tidak mendatangkan manfaat untuk partai Golkar, sekalipun mantan sekdaprov ini memenangi pilgub 27 Juni 2018.

“Kehadiran Arinal di pilgub justru akan merusak citra partai Golkar, misalnya sosok Arinal mau gak menampung dan membela masyarakat di atas kepentingan pribadi atau perusahaan yang kabarnya telah menggelontorkan dana sebesar-besarnya untuk memenangkan Arinal dengan segala macam cara,” jelasnya.

“Jika berfikir secara normal, untuk apa perusahaan mengeluarkan uang banyak di pilgub, pasti ada kepentingan lain dibalik itu semua. Akhirnya masyarakat akan benci dan antipati dengan partai Golkar. Karena gubernurnya dari dan pimpinan partai Golkar provinsi Lampung,” ungkapnya.

Dilain sisi, ia memberi alasan pihaknya saat ini bersebrangan dengan rezim Arinal Cs karena calon gubernur yang diusulkan banyak dinilai oleh masyarakat belum layak untuk menjadi calon orang nomor satu di Bumi Ruwa Jurai.

“Karena kecintaan dengan partai Golkar, kami (Alzier Cs) tidak mendukung dan merestui calon dari partai Golkar yang bakal merugikan partai dan merugikan masyarakat Lampung.Kami juga tidak mau dibenci oleh masyarakat karena membela orang yang salah, meski telah direkomendasikan oleh partai,”tegasnya.

Ia mengimbau seluruh kader partai Golkar, kaum tani dan nelayan Lampung untuk bersama-sama memilih pasangan calon nomor urut satu di pilgub 27 Juni 2018 mendatang.

“Ayo kita bersama-sama datang ke TPS dan menyatukan suara untuk memilih paslon nomor urut satu – M.Ridho Ficardo – Bachtiar Basri agar kedepan Lampung menjadi lebih baik lagi. Kalau ada tim paslon yang memberi uang dan sembako. Ambil uang dan sembakonya tapi jangan memilih paslonnya, bila perlu laporkan ke pihak berwajib,” pungkasnya.(*)

Alzier Serang Balik Arinalv

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan