Amrullah Dilaporkan Ke Polda Soal Hoax Queen Artha

Bandar Lampung-Polda Lampung melalui Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus tengah menangani perkara dugaan pencemaran nama baik atas nama terlapor Amrullah.

Perkara hoax mengenai Pantai Quen Artha SHM 13 dan 14 tersebut naik ke tahap penyidikan.

Diketahui, Amrullah dilaporkan oleh Donny Leimana, karena pernyataannya di media, seperti Donny disebut sebagai pengusaha Jatim Park.

Kemudian harga NJOP Tanah Pantai Queen Artha yang ternyata tidak sesuai dengan fakta, hingga adanya sita jaminan pantai Queen Artha SHM ( 13 dan 14) adanya sita jaminan oleh PN Tanjungkarang, dalam penetapan sita eksekusi no 09/eks/2009PN.TK, padahal sita tersebut tidak ada.

“ia kita sudah laporkan ke Subdit V Cybercrime, dan sedang di proses, semua yang disebut terlapor di media itu tidak benar, dan klien kami dirugikan,” ujar Resmen Khadafi, kuasa hukum pelapor, Senin 19 oktober 2020.

Kasubdit V Cybercrime Ditreskrimsus Polda Lampung Kompol Rahmad Mardian memaparkan, pihaknya telah menaikan status perkara tersebut ke tahap Penyidikan.

“terkait laporan saudara Donny dengan terlapor Amrullah sudah ditahap penyidikan,” ujar Kompol Rahmad Mardian, Senin 19 oktober 2020.

Rahmad memaparkan, setidaknya sudah ada 10 saksi yang dimintai keterangan, termasuk para ahli.

“selama 30 hari kami melakukan penyelidikan, mengumpulkan barang bukti, memeriksa saksi-saksi, memeriksa para ahli, sehingga apa yang kami butuhkan pada perkara ini sudah terkumpul semuanya, kami nyatakan cukup bukti, dan kami naikan ke tahap penyidikan,” ujar alumnus Akpol 2003 itu.

Penyidik akan segera mengirim surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP), ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Lampung.

“paska naik ke penyidikan, semua saksi, termasuk terlapor dan pelapor, akan kami lakukan pemeriksaan ulang panggil semua, akan kita gelar, untuk menetapkan siapa saja yang akan dijadikan tersangka,” papar Alumnus Cyber Crime investigator di Korea Selatan Itu.

Rahmad memaparkan pada proses penyelidikan, aparat telah meminta dokumen-dokumen yang dapat dijadikan alat bukti, ke terlapor Yakni Amrullah maupun pengacaranya yakni David Sihombing, dan menyatakan akan memberikan bukti-bukti tersebut. Namun setelah beberapa hari,bukti-bukti tersebut tidak diserahkan ke penyidik.

“David Sihombing menyatakan akan memberikan bukti tersebut pada sabtu, namun tidak ada, senin pun tidak ada, pada hari rabu, dia malah menyatakan akan menghadirkan bukti-bukti di persidangan nanti, artinya kan menantang, pekara itu maju dulu di pengadilan nanti dibuktikan, itu kata david Sihombing (pengcara terlapor),” paparnya.

Sementara Amrullah dilaporkan dengan pasal 27 ayat (3) UU Nomor 19 tahun 2016 atas Perubahan UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE, dan pasal 14 ayat (1) dan (2) UU nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.(Tom)

Posting Terkait