Aniaya Tukang Servis HP, 4 Warga Kedaton di Sidang

Tinus | Fajar Sumatera

BANDARLAMPUNG- Lantaran telah menganiaya seorang tukang servis hanphone (HP), hingga luka-luka dan membabi buta melakukan pengerusakan sebuah konter HP secara bersama-sama,  4 warga Kedaton, Bandarlampung disidangkan dan didakwa melanggar pasal 170 ayat 1 KUHP.

Empat orang teradkwa yaitu TO,  DM, AT serta WN didudukan bersama di hadapan Majelis Hakim Tanjung Karang, Kamis (24/10) untuk mendengarkan pembacaan dakwaan dan sekaligus keterangan saksi atas perkara penganiayaan yang mereka lakukan terhadap Dedi, seorang tukang servis HP yang dilakukan di konter HP tempat korban bekerja di wilayah Jalan Pengajaran, Kelurahan Gunungsulah, Kecamatan Kedaton, Bandarlampung.

Baca Juga:  Provokasi Jak Mania Arip Suparman Divonis 1 Tahun

Pada sidang kali ini, jaksa mendakwa ke 4 terdakwa telah melanggar pasal 170 ayat 1 KUHP  tentang penganiayaan yang dilakukan dengan tenaga bersama dan diancam pidana penjara paling lama selama 5 tahun 6 bulan.

Dihadapan majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Karang, sebanyak 2 saksi pun dihadirkan oleh Penuntut Umum diantara saksi yang hadir terdapat seorang saksi pemilik konter bernama Samiyem yang juga termasuk ibu kandung korban Dedi.

Baca Juga:  Nelayan Lampung Bakal Ditembak Mati

Dalam kesaksiannya, Samiyem menceritakan kronologi kejadian nahas tersebut yang dipicu lantaran korban Dedi tidak dapat memenuhi keinginan terdakwa TO untuk menservis HP miliknya dikarenakan tidak adanya alat yang lengkap dan disarankan agar terdakwa kembali lagi setelah lebaran oleh korban.

Tak terima keinginannya ditolak oleh korban, terdakwa pun pergi dengan amarah dan tidak lama terdakwa kembali bersama teman-temannya dan langsung secara membabi buta menghancurkan etalase konter HP milik Samiyem.

Korban yang saat itu berada di lokasi kejadian turut pula terkena imbas kemarahan para terdakwa hingga berujung pada penganiayaan dengan memukul dan melempari korban menggunakan batu.

Baca Juga:  Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Suap Fee Proyek Lampura

Dari kejadian tersebut, ibu kandung korban menuturkan kepada Majelis Hakim bahwa korban saat ini mengalami trauma hingga harus di rawat oleh dokter jiwa dan keluarganya pun belum berani untuk membuka usaha lagi di wilayah tersebut.

Sementara sidang lanjutan dari perkara ini akan kembali digelar pada pekan depan dengan agenda sidang yaitu masih akan mendengarkan keterangan saksi.(TN)

Aniaya Tukang Servis HP PN Tanjung Karang

Posting Terkait