Ansori Sukses Budidaya Jamur Merang

Lampung Tengah – Ansori (27) warga Kampung Negara Aji Tua Kecamatan Anak Tuha Lampung Tengah tak kehilangan akal dan putus harapan.

Meski memanfaatkan lahan sedikit di buktikannya mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Dengan modal hasil menjual singkong yang merugi akibat anjloknya harga dipasaran. Kini Ansori beralih menjadi pembudi-daya Jamur Merang, Salah satu langkah pasti yang mampu membuat dapurnya selalu ngebul setiap hari.

Mula hanya mendapat infomasi dari kawan nya di Bandung walau tanpa bimbingan Ansori memulai usaha nya dengan modal 1,8 juta rupiah, ia coba memberanikan diri usaha budidaya jamur merang tahun lalu merangkak pasti penuh keyakinan.

“Awalnya saya kecewa dengan anjloknya harga singkong. Daripada berlarut-larut tak menyelesaikan masalah walau modal tipis, sedikit tau teori Lillahi ta’ala semuanya harus di coba,” jelasnya, Kamis (18/5/2017) kemarin.

Awalnya Ansori membuat sebuah gubuk standar untuk pembudidayaan saja tanpa panduan dari ahlinya, karena modal tipis, proses demi proses di jalaninya panen pertama walau hanya sedikit tetap di syukuri.

“Pertama bang, panennya ya sedikit setelah agak stabil saya pikir usaha ini cukup menjanjikan dari hasil penjualan saya kumpulkan saya beritikad membuat lagi untuk gubuk tempat pembudidayaan jamur merang, selain harga cukup lumayan dan peminat nya juga banyak,” tutur Ansori.

Ansori kembali membuat gubuk, karena pesanan mulai banyak warga di sekitar yang setiap hari datang ke rumah membeli jamur merang miliknya, selain harga nya cukup terjangkau hanya 20 ribu/kg dan lokasi nya pun di pinggir jalan di depan kecamatan Anak  Tuha, cukup strategis lokasinya sangat mudah di akses masyarakat.

“Alhamdulillah sampe saat ini dengan hasil yang ada belum ada kendala yang kita alami, dari 5 gubuk ini hanya 2 saat ini yang ┬ámasih produktif karena faktor cuaca makanya saya belum berani, jamur merang ini sangat bergantung pada cuaca makanya bang terkadang saya harus pantau suhu udah dalam gubuk itu,” katanya.

Sampai saat ini usaha tersebut baru ia geluti bersama kedua kakaknya di kecamatan Anak Tuha.
Kepada awak media, Ansori mengatakan kalau hasil hari ini belum banyak hanya 7 kg, yang setiap panen jamur sudah ada pengepul yang akan menerima berapa pun jumlahnya.

“Kalau pengepul yang datang 18 ribu, tapi kalau masyarakat 20ribu/kg nya. Lumayan bang, setiap hari walau cuma dapat 7 kg setiap harinya, tapi sudah ada pengepul yang menjadi langganan kami,” pungkasnya.

Walau tanpa sentuhan pemerintah Ansori bersikukuh untuk tetap konsisten menjalankan usaha jamur merangnya.
Ansori juga menjelaskan Setiap dua hari sekali ia memanen jamur bersama keponakannya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.(*)

Jamur Tiram

Posting Terkait