Aplikasi Kasir Mudahkan Operasional E-Warong

METRO—Seiring pesatnya kemajuan teknologi, pengelolaan e-warong telah bergeser dari sistem konvensional ke era digital. E-Warong kini memakai aplikasi kasir atau biasa dikenal dengan point of sales yang menggantikan cash register manual.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Sumarju Saeni menuturkan, aplikasi kasir saat ini diterapkan Kota Metro.  Aplikasi kasir ini diharapkan agar e-warong dapat berjalan lancar, bermanfaat terhadap pembelajaran anggota, peningkatan pendapatan KPM dan tertib administrasi dalam penyelenggaraan  e-warong.

Pergeseran bantuan sosial pangan dari Beras Sejahtera (Rastra) ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Provinsi Lampung oleh Kemensos dijadwalkan secara bertahap. Diawali oleh Kota Bandar Lampung pada tahun 2017 bersama 44 kabupaten/kota lainnya di Indonesia ditetapkan sebagai lokasi uji coba BPNT.

Selanjutnya pada bulan Mei 2018  Kota Metro dengan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak  6.087 orang. Menyusul pada tahun ini di Lampung Tengah dan Lampung Selatan.

Ketua Kube Karya Bersama, Ekawati, mengaku diawalnya sangat sulit menggunakan komputer dan barcode. Namun, saat ini sudah bisa dipahami  dan memang sangat membantu dalam operasional.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Maisyaroh, yang juga anggota Kube. Dengan memakai aplikasi kasir, manfaat yang dirasakan oleh anggota Kube antara lain pembukuannya lebih tertib, stok barang segera diketahui dan pengendalian kas, serta lebih efisien.

“Dengan aplikasi kasir kita banyak terbantu, seperti persedian barang mudah terpantau, pembukuan keuangan cepat dan juga keuntungannya mudah diketahui,” ujarnya.

Kepala Seksi Pemberdayaan Fakir Miskin Perkotaan, Yulyila Eva, menjelaskan, bahwa jumlah e-warong di Kota Metro sebanyak 9 kelompok dan semuanya sudah memakai aplikasi kasir.

“Mengingat jumlahnya e-warong masih dipandang kurang mampu melayani KPM penerima BPNT apalagi melayani masyarakat yang pembeliannya secara tunai maka telah direncanakan pada tahun ini juga akan ditambah sebanyak 10 kelompok,” ungkap dia.(Z/*)

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan