Arinal Djunaidi Tak Paham Berpolitik

Foto istimewa

BANDARLAMPUNG,- Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Lampung, M. Alzier Dianis Tabranie, menilai jika sosok Arinal Djunaidi belum gapah dalam memangku kepemimpinan partai politik.

Pasalnya, selain dalam wacana pencalonan Gubernur, Arinal Djunaidi diduga telah menyalahi aturan Partai Golkar yaitu petunjuk pelaksanaan (Juklak) No.06, juga dalam penyusunan formatur banyak yang tidak sesuai aturan.

“Dari awal saya sudah tebak bahwa dalam kepengurusan Partai Golkar banyak yang bermasalah. Indikatornya banyak persoalan dan menabrak aturan, ini karena Arinal Djunaidi sendiri tidak mengetahui ilmu kepartaian,” kata Alzier, Rabu, (5/7).

Mantan Ketua DPD I Partai Golkar 3 periode ini juga menyebut bahwa banyaknya aturan yang ditabrak Arinal terutama dalam wacana pencalonan dia menjadi bakal calon gubernur (balongub) Lampung ini selain tidak menguasai ilmu kepartaian juga banyak campur tangan orang lain.

“Partai itu organisasi, jadi jangan mau diatur-atur oleh taipan-taipan. Meski Arinal sudah sosialisasi wayangan 500 kali keliling Lampung, belum tentu rekomendasi itu ke dia (Arinal), bisa saja ke saya (Alzier) atau ke Mustafa atau lainnya, karena dasar dari rekomendasi adalah hasil survey dari DPP dan suara masyarakat,” jelas Alzier.

Baca Juga:  Lamban Selesaikan Tes Psikologi, Arinal Ngeles Hindari Wartawan

Terkait statemen Aziz Syamsudin akan mengambil alih DPD I Partai Golkar Lampung, jika tidak menjalankan aturan partai, dinilai sangat baik. Karena akan meredam konflik internal partai dan perpecahan kader.

“Bagus dong, kan Aziz Syamsudin itu koordinator wilayah Sumatra, jadi kalau dia yang jadi Plt nya makin baik, soalnya sekarang banyak kader yang terpecah, sehingga kalau ada Plt akan meredam semua masalah yang terjadi di DPD I Golkar Lampung,” jelas Alzier.

Di tubuh DPD I Partai Golkar Lampung saat ini butuh perombakan kepengurusan dan struktur organisasi. Karena sudah ada riak-riak yang intinya tidak solidnya kader.

“Banyak masalah, hasil formatur ada yang disimpang-simpangkan dan merubah sruktur kepengurusan tanpa izin Ketua Dewan Pertimbangan, ini tidak bisa dibiarkan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Rekomendasi PAN ke Arinal Tak Sah

Dengan masuknya Aziz Syamsudin sebagai Plt Ketua Partai Golkar Lampung, dinilai dapat meredam konflik internal Golkar.

“Arinal itu tidak kuasai ilmu partai politik. Apa yang sudah ia perbuat untuk Partai Golkar, saya ini sudah 11 tahun menjadi Ketua Partai Golkar Lampung, masyarakat juga tahu mana yang sudah berjasa dengan partai dan mana yang mengambil keuntungan dengan taipan-taipan,” tandasnya.

Namun sayang, ketika akan dikonfirmasi soal tersebut ke Arinal Djunaidi, handponenya tidak aktif dan ketika dihubungi sekretaris DPD I Supriyadi pun, meski diangkat namun enggan berkomentar.

Sementara, pengamat politik dari Unila Tisnanta, menilai bahwa adanya konflik perpecahan tidak bulatnya dukungan Arinal maju pilgub ini, semestinya sudah diantisipasi oleh Arinal. Karena, Arinal tidak sekuat Alzier Dianis Tabranie yang dulu bisa memegang DPP dan semua akar rumput DPD II sampai ke ranting.

Baca Juga:  Soal Tenaga Ahli Bagaikan Menepuk Air dalam Baskom

“Arinal ini baru di Partai Golkar dia belum tahu lapangan seperti apa, apalagi Partai Golkar, ini dinamika harusnya sudah dihitung semua, baik prosesnya dan lainnya.  Ini masalah tidak mudah apa lagi Alzier masih kuat dan dia juga menyatakan untuk maju pilgub. Ini adalah tantangan Arinal bisa tidak dia selesaikan masalah ini,” ucapnya.

Saat disinggung terkait persoalan Aziz Syamsudin mau ambil alih Golkar bisa saja tejadi karena dia orang DPP dan kuat. “Tapi kalau Aziz ambil alih Golkar Lampung belum tentu juga dia bisa maju pilgub,” kata dia.

“Arinal ini tidak kuat, beda dengan Alzier. Dinamika ini yang jadi tantangan Arinal dan ini juga harus dihitung seberapa besar Arinal diterima masyarakat dan di DPD-DPD II. Jangan-jangan masalah ini makin buat terpuruk Arinal,” jelasnya. (TM)

Arinal Djunaidi

Posting Terkait