Arinal-Nunik Dinilai Tak Mampu Jalankan Tugas

Foto: Ist

BANDARLAMPUNG-Masyarakat Lampung menilai Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim (Arinal-Nunik) tidak mampu menjalankan tugas sebagai gubernur dan wakil gubernur periode 2019-2024.

Karena terkesan tidak memahami aturan sehingga memiliki gaya berfikir pendek untuk mengatasi masalah keuangan pemprov Lampung dengan merasionalisasi anggaran.

“Mungkin ingin dilihat masyarakat Lampung sebagai pahlawan sehingga mereka (Arinal-Nunik) mengambil langkah cepat dengan merasionalisasi anggaran,” kata Humas Pusat Perjuangan Rakyat Lampung Yohannes Joko Purwanto, Jumat (26/7).

“Dari langkah ini kita (masyarakat) berasumsi dan menilai pemerintahan Arinal – Nunik  bingung menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk mengatasi keuangan yang kemarin diklaim sedang defisit Rp1,7 triliun,” ucap Joko.

Melihat pemberitaan di media yang menyebut pemprov Lampung merasionalisasi anggaran sekitar Rp 2,2 triliun, sambung Joko, langkah ini dinilai sangat berlebihan, lantaran defisit hanya Rp1,7 triliun.

“Terus sisa anggaran sekitar Rp 500 miliar ini mau dikemanain. Jika ini benar adanya, maka lagi-lagi rakyat berasumsi dan menduga bahwa sisa anggaran rasionalisasi ini untuk memperkaya diri sendiri. Namanya rakyat boleh saja berasumsi dan memberi kritik penguasa demi kemajuan Lampung,”tegasnya.

Joko berharap, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI bisa mengawasi sistim birokrasi di Bumi Ruwa Jurai. Sebab, Joko meyakini lembaga anti rasuah ini sebagai solusi dalam menyelesaikan permasalahan tindak korupsi di Lampung.

“Ingat saat ini hanya KPK RI saja yang berani dan mampu menangkap kepala daerah yang melakukan gratifikasi ataupun meminta fee proyek,”harapnya.(*)

Posting Terkait