Asbabun Nuzul Penghadiran I Nyoman Wara, Eks Capim KPK yang Juga Auditor BPK ke Sidang Korupsi PT Topcars Indonesia

Sebelum Beri Kesaksian, Hakim Ungkap Asbabun Nuzul Pemanggilan Auditor BPK I Nyoman Wara

I Nyoman Wara berdiri di hadapan majelis hakim untuk disumpah di PN Tipikor Tanjungkarang, Jumat, 19 Februari 2021. Ia dihadirkan atas permohonan Kantor Hukum Sopian Sitepu And Partners yang mengaku diminta oleh Pemkab Lampung Timur untuk menjadi kuasa hukum dari 2 terdakwa yang terdiri dari ASN BP2KAD Lampung Timur dan Direktur PT Topcars Indonesia. Foto: Ricardo Hutabarat

Fajar Sumatera – Auditor BPK RI bernama I Nyoman Wara dihadirkan di ruang persidangan atas dakwaan korupsi dari Kejaksaan Tinggi Lampung perihal pengadaan mobil dinas Bupati dan Wakil Bupati yang dilelang BP2KAD Pemkab Lampung Timur.

Sebelum mantan Calon Pimpinan KPK untuk periode 2019-2023 itu memberikan keterangan sebagai ahli, majelis hakim terlebih dulu memberikan penjelasan soal asbabunu nuzul atau sebab di balik terbitnya surat penetapan atas pertimbangan majelis hakim, yang mewajibkan jaksa memanggil I Nyoman Wara secara layak ke hadapan persidangan kasus korupsi.

Berikut transkrip atas percakapan yang dilontarkan hakim di dalam gelaran sidang yang terbuka untuk umum itu, berdasarkan hasil rekaman visual reporter Fajar Sumatera.

“Sebelum kita mulai, bapak ada surat tugas pak?” tutur hakim. Sejurus dengan itu, I Nyoman Wara memberikan lembaran kertas ke hadapan meja majelis hakim.

Baca Juga:  Chusnunia Bagikan Buku Pelajar SD

Setelahnya hakim memberikan kesempatan kepada jaksa sebagai penuntut umum dan kuasa hukum atas 2 orang terdakwa untuk melihat dokumen yang diberikan I Nyoman Wara. Terdakwa di antaranya, Direktur PT Topcars Indonesia Aditya Karjanto dan ASN BP2KAD Pemkab Lampung Timur Dadan Darmansyah.

“Bapak bawa CV (Curriculum Vitae)?” tanya Efiyanto, selaku Ketua Majelis Hakim untuk persidangan tersebut.

Sesudahnya I Nyoman Wara memberikan apa yang ditanya oleh hakim. Jaksa sebagai penuntut umum dan pengacara berkata ”cukup” saat ditanyakan kesediaan untuk melihat CV milik I Nyoman Wara.

Mula-mula hakim bertanya soal identitas dari I Nyoman Wara, yang belakangan diketahui berusia 53 tahun, beragama Hindu, dan bertempat tinggal di Pamulang, Tangerang Selatan.

“Saudara diminta berdasarkan permohonan dari penasihat hukum para terdakwa Dadan dan Aditya, sehubungan dengan adanya surat yang bapak kirimkan kepada Bupati Lampung Timur. Saya juga lupa namanya. Namanya siapa pak?” tanya hakim.

Setelahnya, pihak pengacara Aditya Karjanto dari Kantor Hukum Sopian Sitepu And Partners menjawab, ”Zaiful Bukhori”.

Sebelum jawaban itu mencuat, para pihak di dalam persidangan saling melihat satu sama lain. I Nyoman Wara juga terpantau memalingkan pandangannya ke arah jaksa sebagai penuntut umum, yang saat itu juga para jaksa pun saling menatap kebingungan satu sama lain.

Baca Juga:  Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto Diperiksa di Gedung KPK

”Zaiful Bukhori ya. Terkait adanya investigasi dari BPK terhadap perhitungan kerugian negara dari BPK kepada pengadaan kendaraan dinas di Lampung Timur. Gonjang ganjing terhadap surat itu, makanya kami membuat penetapan untuk memanggil bapak sebagai ahli, menerangkan tentang keadaan yang sebenarnya yang terjadi pada saat perhitungan kerugian negara randis (kendaraan dinas) tersebut. Itu intinya. Agar penuntut umum dan penasihat hukum tidak keluar dari rel itu. Jadi mohon dimengerti,” ucap hakim.

Diketahui, Kantor Hukum Sopian Sitepu And Partners mengklaim bahwa pihaknya ditunjuk oleh Pemkab Lampung Timur untuk menjadi penasihat hukum atas 2 orang terdakwa pada perkara ini.

Ada 3 orang terdakwa di dalam perkara ini. 1 orang terdakwa lainnya bernama Suherni, selaku Kabid Aset pada BP2KAD Pemkab Lampung Timur disidang oleh majelis hakim lain, yang dipimpin oleh Siti Insirah.

Kantor Hukum Sopian Sitepu And Partners belakangan bertindak sebagai penasihat hukum saat Suherni dan Aditya Karjanto disidangkan.

Sementara Dadan Darmansyah, didampingi oleh penasihat hukum dari Ahmad Handoko Law Office Advocate & Legal Consultans.

Kedua kantor pengacara tersebut lah yang dimaksud hakim sebagai pemohon untuk menghadirkan auditor BPK RI I Nyoman Wara. Pengacara Aditya dan Dadan diketahui sudah sejak awal mencantumkan permohonan penghadiran auditor BPK RI ketika mereka mengajukan eksepsi usai surat dakwaan dibacakan.

Baca Juga:  KPK Wanti-wanti Tuba & Mesuji 

Sebabnya, berdasarkan surat dari BPK RI yang diterima Pemkab Lampung Timur atas permintaan bupati bernama Zaiful Bukhori, para pengacara menyatakan BPK RI sudah menuliskan bahwa tidak ada kerugian negara; tidak ada persekongkolan; dan tidak ada kick back atas pengadaan mobil dinas Toyota Land Cruiser Prado dan Toyota New Harrier yang digunakan oleh Chusnunia Chalim (saat menjadi Bupati Lampung Timur kala itu) dan Zaiful Bukhori.

Dua mobil mewah asal Jepang tersebut diketahui menghabiskan anggaran pada BP2KAD Pemkab Lampung Timur senilai Rp2,6 miliar lebih. Penyidikan yang dijalankan Kejaksaan Tinggi mengabaikan hal-hal yang dinyatakan BPK RI tersebut, kendati kejaksaan lah yang meminta audit khusus tersebut ke BPK RI.

KPK kemudian melakukan supervisi atas perkara itu sebanyak 8 kali, dan berdasarkan rekomendasi KPK, perkara itu akhirnya memasuki tahap pembuktian di persidangan, setelah sebelumnya perkara itu tidak mengalami progres sejak masuk tahap penyidikan pada tahun 2018.

Untuk proses pelimpahan dari penyidik ke penuntut sendiri, berlangsung di akhir tahun 2020 dan para tersangka saat itu tidak ditahan sampai tahap persidangan berjalan.

Dari auditor independen yang direkomendasikan KPK, diketahui akhirnya negara telah merugi kurang lebih Rp686 juta karena mobil yang harusnya disediakan oleh distributor resmi, nyatanya dimenangkan oleh PT Topcars Indonesia milik Robby Hartono alias Affat, perusahaan di Palembang yang hanyalah showroom biasa.

Reporter: Ricardo Hutabarat

Ahmad Handoko BPK RI Chusnunia Chalim Dadan Darmansyah I Nyoman Wara Kejaksaan Tinggi Lampung KPK PN Tipikor Tanjungkarang PT Topcars Indonesia Senen Mustakim Sopian Sitepu Suherni Zaiful Bukhori

Posting Terkait