Aset Alay Ditelusuri Hingga Anak Cucu

Sugiarto Wiharjo alias Alay. (Ist)

BANDAR LAMPUNG – Tertangkapnya terpidana Sugiarto Wiharjo alias Alay, yang sempat menjadi buron selama beberapa tahun, kini memasuki babak baru.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung akan menelusuri dan menyita aset – aset miliknya sebagai upaya pemulihan kerugian negara sebesar Rp106 miliar.

Alay, DPO kejaksaan yang tertangkap beberapa hari lalu, kini telah kembali menghuni Lapas Kelas I Rajabasa Bandar Lampung. Dia akan menjalani hukuman kurungan badan hingga 18 tahun ke depan.

Baca Juga:  KPK-Kejaksaan Tangkap DPO di Bali Saat Sedang Makan Bersama Keluarga

Aspidsus Kejati Lampung, Andi Surhalis, menjelaskan, pidana badan yang dijalaninya tersebut sepertinya bukanlah hal penting, dia (Alay) juga diwajibkan untuk melaksanakan pidana uang pengganti dari kejahatannya selama ini yang telah merugikan keuangan negara.

Kat dia, Kejati Lampung, nantinya akan bekerjasama dengan bagian pemulihan aset kejaksaan pusat dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melacak aset-aset milik terpidana Alay dan menyitanya sebagai milik negara.

Baca Juga:  Kejati-KPK Lacak Aset Alay di Seluruh Bank

“Bahkan hingga kepada ahli waris dan keturunannya, jika dinilai belum cukup untuk mengganti kerugian negara yang dibuat olehnya,” tegas Andi, Selasa (12/2).

Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat, agar segera melaporkan jika merasa mengetahui atau dititipkan sejumlah aset milik terpidana Alay, guna membantu negara untuk memulihkan kerugian akibat penggerogotan anggaran daerah tersebut.

Baca Juga:  Andi Surya: Rakyat Lampung Apresiasi Atas Tertangkapnya Alay

Sebelumnya diketahui, tindak pidana korupsi yang dilakukan Alay tersebut tidak dilakukan sendiri. Dirinya terbukti bersekongkol dengan mantan Bupati Lampung Timur Satono, yang kini menjadi target selanjutnya dari Kejati Lampung.(*)

Alay

Posting Terkait