Asuransi Tani Perluas Cakupan Komoditas

ist

JAKARTA—Kementerian Pertanian (Kemtan) berencana memperluas cakupan komoditas yang dijamin dalam program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Ada dua komoditas baru yang sedang dikaji yakni bawang merah dan cabai.

 

“Saat ini kami sedang fokus mengkaji

untuk perluasan cakupan komoditas ke bawang merah dan cabai yang juga perlu perlindungan juga,” kata Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Kemtan, Pending Dadih Permana.

Dia pun berharap, di tahun 2018 sudah ditemukan indeks risiko dari kedua komoditas tersebut. Nantinya, akan dilakukan pembahasan dengan para akademisi, praktisi asuransi, serta peneliti dari Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pemerintah (PSEKP).

Sebagai informasi, saat ini realisasi AUTP sudah hampir mencapai target. Pasalnya, terdapat 997.960 hektare lahan yang sudah terdaftar dari target 1 juta hektare dengan total klaim sebesar Rp 101,68 juta.

Menurut dia, asuransi pertanian ini diutamakan untuk daerah-daerah endemik banjir, kekeringan, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Dia bilang, lahan seluas 1 juta ha tersebut sudah meliputi daerah-daerah yang dimaksud.

Pending tidak menampik masih ada kendala yang harus dihadapi dalam menjalankan asuransi pertanian ini. Menurut dia, masih ada aparat pertanian yang kurang paham akan pentingannya asuransi bagi petani.

Selain itu, tenaga yang melakukan sosialisasi kepada masyarakat tani pun, baik dari dinas maupun petugas Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo) masih kurang. Juga masih adanya kelambatan dalam pengajuan klaim bila terjadi gagal panen atau ternak infilano mati atau sering terjadi dokumen yang kurang dari petugas.

Pending bilang, Asuransi bagi Petani ini dilakukan melalui pendekatan kelompok, pembinaan, pendampingan. Menurutnya, sosialisasi asuransi kepada kelompok tani menjadi aspek yang sangat menentukan keberhasilan program ini.

Sementara, apabila petani masih enggan mengikuti program ini, petugas atau penyuluh pertanian harus intensif memberikan pemahaman dan pendampingan pada petani tersebut.

“Rata-rata petani yang sudah merasakan manfaat asuransi ini akan selalu ikut program dan akan dicontoh oleh anggota yang lain,” ujar Pending.(*)

program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP)

Posting Terkait