Asyik! Pemeriksaan Chusnunia Chalim di Sidang Korupsi Mustafa Berbarengan Dengan Musa Zainudin

Asyik! KPK Kompak Jadwalkan Pemeriksaan Chusnunia Chalim dan Musa Zainudin di Kasus Korupsi

Potret ketika Musa Zainudin menjalani sidang kasus korupsi yang ditangani KPK dalam soal proyek di Kementerian PU-PR. Foto: Istimewa

Fajar Sumatera – Agenda pemeriksaan saksi-saksi atas sidang perkara suap dan gratifikasi yang didakwakan KPK kepada mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa ternyata tak hanya menghadirkan Chusnunia Chalim.

Tetapi juga turut menghadirkan Musa Zainudin ke hadapan majelis hakim pada PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis besok, 4 Maret 2021.

Musa Zainudin ini adalah mantan Ketua DPW PKB Lampung, yang kini jabatan Musa, telah diemban oleh Chusnunia Chalim.

Seyogyanya ada 8 orang saksi yang dijadwalkan untuk bersaksi. Kendati telah dijadwalkan, hadir atau tidaknya para saksi akan terjawab ketika sidang berlangsung.

Baca Juga:  Kabupaten Lampung Utara Era Zainal Abidin: Budaya Fee Proyek 20 Persen Juga Terjadi Kata Ketua Gapeksindo

Musa Zainudin dan Chusnunia Chalim bukan nama baru. Keduanya adalah elite dari DPW PKB Lampung.

Sebelum dijadwalkan bersamaan, keduanya sempat diduga terlibat konflik atas dukungan DPW PKB Lampung terhadap dicalonkannya Chusnunia Chalim menjadi wakil Arinal Djunaidi saat kontestasi Pilgub Lampung 2018 berjalan.

Pada akhirnya, duet antara Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim membuahkan hasil. Pasangan tersebut akhirnya menang dan dilantik sebagai orang nomor satu dan dua di Provinsi Lampung.

Musa disebut sempat kecewa atas majunya Chusnunia Chalim pada Pilgub Lampung kala itu. Sebab, Musa lagi-lagi disebut telah mengeluarkan rekomendasi agar DPW PKB Lampung mendukung Mustafa.

Baca Juga:  Penyuap Bupati Lampung Utara Dituntut Dua Tahun Penjara

Perasaan Musa Zainudin tak jauh beda dengan Mustafa. Mustafa pun pernah melontarkan kekecewaannya kepada Chusnunia Chalim yang dianggapnya telah berkhianat.

Perihal penjadwalan saksi yang dihadirkan tersebut, KPK belum memberikan jawaban dengan jelas.

Hanya saja mengisyaratkan bahwa proses sidang Mustafa nantinya akan mengulas perihal pendanaan Mustafa kepada partai politik yang sebelumnya telah diungkapkan para saksi di hadapan majelis hakim, maupun telah dituangkan dalam BAP.

Belakangan Mustafa harus merogoh kocek senilai Rp 18 M untuk mendapatkan dukungan DPW Partai PKB.

Mustafa memiliki pemodal, namanya Mofaje Caropeboka. Mofaje disebut saksi bernama Paryono menjadi teman diskusi Mustafa perihal pendanaan untuk meminang PKB.

Paryono bahkan kemudian diperintah Mustafa untuk mengantarkan uang total Rp 14 M kepada kader PKB; Midi Ismanto dan Khaidir Bujung.

Baca Juga:  KPK Didesak Usut Kasus Chusnunia Chalim

Karena PKB tidak jadi mendukung Mustafa, maka uang tadi dipulangkan dengan cara dicicil. Pertama Rp 2 M dan terakhir Rp 12 M. Uang total Rp 14 M yang dipulangkan kemudian diantar Paryono kembali ke Mofaje, di kediaman Mofaje.

Baik Mustafa dan Paryono mengaku tidak tahu menahu perihal sisa Rp 4 M yang harusnya dikembalikan.

Musa Zainudin dan Chusnunia Chalim bukan kali ini berada dan bersama dalam penanganan penegakan hukum yang dilakukan KPK.

Tercatat, Musa Zainudin dan Chusnunia Chalim juga berulangkali digarap KPK atas perkara korupsi proyek pada Kementerian PU-PR. Salah satu tersangka dalam perkara itu selain Musa Zainudin adalah Hong Artha.

Reporter: Ricardo Hutabarat

Chusnunia Chalim KPK Mofaje Caropeboka Musa Mustafa NasDem PKB PN Tipikor Tanjungkarang Zainudin

Posting Terkait