Baliho Arinal-Nunik Bedas

BANDARLAMPUNG – Pasangan calon nomor urut tiga Arinal-Nunik, diindikasi kembali melangar aturan kampanye. Pemasangan alat peraga kampanye (APK) melebihi ukuran dan terpasang tidak pada zona yang seharusnya alias bedas (Keterlaluan).

Tidak tanggung –tanggung, Minggu (11/3/2018), kali ini tim pemenangan pasangan calon nomor urut tiga ini memasang baliho ukuran 5×10 di bunderan Adipura Bandar Lampung. Baliho tersebut berisi memohon doa restu Arinal -Nunik berjaya.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Panwaslu Kota Bandar Lampung Yahnu Wigono Sanyoto mengatakan sesuai dengan PKPU no 4 tahun 2017 tentang kampanye, dalam pasal 28 disebutkan baliho/billboard/videotron paling besar ukuran 4 (empat) meter x 7 (tujuh) meter, paling banyak lima buah setiap pasangan calon untuk setiap kabupaten/kota.

Baca Juga:  KPU Dinilai Terlalu Cepat Tetapkan Pemenang Pilgub Lampung 2018

Jadi kalau APK berupa dengan ukuran baliho 5×10 meter itu jelas melangar batas maksimal yang diperbolehkan PKPU,” kata dia, Minggu (11/3).

Ketika ditanya soal baliho pasangan calon Arinal-Nunik di bunderan Adipura. Dirinya mengaku baru mendapatkan informasi ini dari media. panwas akan cros cek ke lokasi. “Belum tahu, tadi pagi saya lewat sana belum ada.  Nanti kita akan cros cek. Tapi yang jelas kalo ukurannya 5×10 itu melangar aturan,” kata dia.

Baca Juga:  KPU Dinilai Terlalu Cepat Tetapkan Pemenang Pilgub Lampung 2018

Selain ukuran yang melebihi ketetapan yang diperbolehkan, tugu Adipura juga bukan zona pemasangan APK termasuk di depan PTPN 7 yang ditetapkan KPU. “Adipura itu juga bukan termasuk zona pemasangan APK,” katanya.

Sesuai PKPU NO 4 tahun 2017, pasal 76 pasangan calon dalam hal ini tim pememangan akan diberi sanksi peringatan tertulis dan perintah penurunan Alat Peraga Kampanye dalam waktu 1 x 24 (satu kali dua puluh empat) jam.

“Apabila Partai Politik atau Gabungan Partai Politik, Pasangan Calon dan/atau Tim Kampanye tidak melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bawaslu Provinsi, Panwas Kabupaten/Kota, dan/atau Panwas Kecamatan berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja setempat untuk menurunkan Alat Peraga Kampanye,” kata dia.

Baca Juga:  KPU Dinilai Terlalu Cepat Tetapkan Pemenang Pilgub Lampung 2018

Menurutnya, pelanggar terbanyak yang ditemukan panwaslu  Bandar Lampung berasal dari paslon yang diusung oleh partai Golkar, PKB, dan PAN ini. Terutama pemasangan APK yang tidak sesuai zonasi dan ukuruan melebihi batas.

“Memang, pasangan ini banyak melangar aturan kampanye, bukan karena panwasnya yang tidak netral.  Selain itu pasangan no urut 2 juga banyak yang melanggar aturan,” katanya.(IH)

arinal dan nunik baliho cagub lampung bedas alias keterlaluan

Posting Terkait