Bambang Brodjo: Bangun Daerah Butuh Kearifan Lokal

Para pembicara INITIATE Plenary: Moving Foward, IDF 2018, Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018.

JAKARTA – Keberhasilan pembangunan daerah di Indonesia tergantung pada kepala daerah melihat bentang potensi di wilayahnya. Pembangunan di daerah tidak tergantung pada pemerintah pusat melainkan kearifan lokal pemerintah daerah.

Hal ini dikemukakan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Men PPN/Ka Bappenas) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro saat berbicara dalam sesi INITIATE Plenary: Moving Foward, Indonesia Development Forum (IDF) 2018 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (11/7/2018), kemarin.

Hadir bersama Bambang Brodjo, dua sejawatnya di Kabinet Kerja, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo.

“Ketika pemerintah pusat bertekad melakukan pembangunan di daerah tetapi pemerintah daerah tidak antusias, maka pembangunan akan berjalan lambat. Tetapi bila pemerintah daerah antusias, maka pembangunan akan berjalan pas,” kata Bambang Brodjo.

Menteri pemakai randis RI 43 ini mencontohkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan Kota Manado yang antusias mengangkat potensi lokal di sektor wisata. Ditambah dengan infrastruktur koneksi yang dibangun oleh pemerintah pusat, banyak turis yang berkunjung di obyek wisata yang mereka buat.

Pendapat Bambang ini dibenarkan oleh Menhub Budi Karya Sumadi. Dia mengatakan, Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar pembangunan infrastruktur konektivitas selalu memperhatikan kebutuhan masyarakat.

“Kami mengapresiasi pemerintah daerah yang berinisiatif melakukan beragam terobosan pembangunan inovatif,” kata Bambang.

Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo menjabarkan kearifan lokal ini mulai dari pembangunan di tingkat pemerintah desa. Ketika diberi kesempatan, desa akan mampu mengurangi kesenjangan di Indonesia.

“Kantong-kantong kemiskinan itu ada di desa. Pertumbuhan ekonomi growth tanpa dibarengi pengurangan kemiskinan itu mustahil,” ujar Eko.

Karena itu, kearifan lokal menjadi salah satu perhatian penting gelaran IDF 2018. Forum ini mendorong praktik baik di daerah menjadi contoh solusi pembangunan bagi daerah lain.

IDF 2018 sendiri digagas Bappenas dan Pemerintah Australia melalui Knowledge Sector Initiative. IDF 2018 ini mempunyai tema besar “Pathways to Tackle Regional Disaprities Across The Archipelago”.

IDF 2018 mendorong percepatan pembangunan di Indonesia yang lebih merata dan berkelanjutan, berbasis ilmu pengetahuan, pengalaman, dan fakta. Hasilnya, akan digunakan untuk bahan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024. (net/hp)

510 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Indonesia Development Forum 2018

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan