Bangun PLTA, Jerman Pinjami PLN Rp 1,3 Triliun

Pekerja beraktivitas di sekitar proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (6/4). Penyelesaian proyek PLTA Jatigede berkapasitas 2 x 55 Mega Watt ini sudah mencapai 19,04% (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Jakarta PT PLN (Persero) mendapatkan fasilitas kredit (loan agreement) dari Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW) Development Bank, Jerman senilai 85 juta euro atau setara Rp 1,35 triliun. Kredit untuk pendanaan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kumbih III.

Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Felienty Roekman mengatakan, pinjaman ini menggunakan skema pinjaman langsung tanpa jaminan pemerintah. PLN telah menandatangani perjanjian fasilitas kredit, pada Jumat (15 Desember 2017).

“Hal ini menarik karena lembaga pendanaan dari negara-negara Eropa seperti KfW mendukung proyek-proyek dari energi baru terbarukan seperti ini, mulai dari studi kelayakan hingga pendanaan‎,”Kata Syofvi, seperti dilansir dari liputan6.com di Jakarta, Sabtu (16/12/2017).

Syofvi mengungkapkan, pembangunan PLTA Kumbih III berkapasitas 3 x 15 Megawatt (MW) membutuhkan dana sekitar 100 juta Euro. Sedangkan ‎nilai pinjaman yang dapat dari KfW sebesar 85 juta Euro dengan tenor 15 tahun.

“Sisa pendanaannya kita siapkan sendiri,” ujar Syofvi.

Syofvi menjelaskan, PLTA Kumbih III yang akan dibangun di Sumatera ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pertumbuhan beban di sistem Sumatera bagian Utara.

Selain itu ‎juga menurunkan biaya pokok produksi atas penggunaan bahan bakar fosil, baik pada saat beban dasar maupun saat beban puncak.

“Dan yang terpenting menambah porsi energi terbarukan dalam sasaran bauran energi nasional,” tutur Syofvi. (NET)

Bangun PLTA

Posting Terkait