Banjaragung Marak Pencabulan Anak

MENGGALA – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Tulangbawang Amri menyatakan Kecamatan Banjaragung masuk dalam kategori zona merah terkait tindakan kriminalitas kejahatan seksual atau pencabulan terhadap anak di bawah umur, tahun ini.

Pasalnya Amri mengatakan jika dari 15 kecamatan se-Tulangbawang, Banjaragung merupakan salah satu daerah yang maju dan menjadi salah satu pusat perekonomian kabupaten tersebut.

Sehingga banyak didatangi masyarakat juga menjadi salah satu pusat bangunan sekolah-sekolah khususnya hal keagamaan yang didirikan oleh pengusaha.

“Karena selain letaknya di tengah-tengah juga keadaannya juga sangat maju sehingga kecamatan ini bukan saja banyak didatangi oleh orang dewasa melainkan anak – anak muda khususnya di bawah umur banyak berkunjung,” kata Amri, Minggu (24/6/2018).

Apalagi Amri menerangkan keadaan tersebut semakin diperparah lantaran pusat hiburan malam banyak dibangun dan didirikan oleh para pengusaha di Kecamatan Banjaragung.

Akibat hal tersebut banyak mengundang anak-anak muda khususnya anak di bawah umur yang berkunjung dan terjerumus ke dalam pergaulan bebas yang menyebabkan meningkatnya tindakan kejahatan.

“Bahkan bukan saja tempat hiburan melainkan banyaknya sekolah keagamaan seperti pondok pesantren yang bangun sehingga banyak juga dimanfaatkan oleh oknum yang berbuat tindakan kegiatan seksual terhadap anak di bawah umur,” terang Amri.

Sebab tindakan kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur bukan saja kerap terjadi di tempat hiburan bebas melainkan pondok pesantren juga lebih banyak menjadi tempat terjadinya tindakan seksual terhadap anak di bawah umur.

Karena dari sekian kasus yang ditangani pihaknya banyak ditemukan tindakan kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur tersebut justru banyak terjadi di pondok pesantren.

“Karena selain pantauan kami sangat terbatas juga pondok pesantren menjadi tempat penginapan anak di bawah umur untuk menimba ilmu agama juga pengawasan orang tua juga sangat minim lantaran anak yang dititipkan di pondok pesantren,” jelasnya.

Oleh sebab itu Amri menegaskan lantaran Kecamatan Banjaragung menjadi salah satu daerah yang sangat rawan akan terjadinya tindakan kriminalitas seksual terhadap anak di bawah umur.

Maka Amri menambahkan pada tahun ini pihaknya akan menurunkan tim khusus guna melakukan pemantauan secara khusus serta guna melakukan sidak setiap saat terhadap seluruh tempat baik pusat hiburan maupun pondok pesantren.

“Karena dengan begitu maka saat yakin angka tindakan kriminalitas kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur bukan saja akan berkurang melainkan semua oknum yang berbuat tindakan kejahatan tersebut akan tertangkap dan mempertanggung jawabkan perbuatan sesuai aturan hukum nantinya,” pungkasnya.(MR)

1,301 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Banjaragung Marak Pencabulan Anak

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan