Banjir di Pantura Jawa Tengah Memakan Korban Jiwa

Salah satu korban tewas terseret arus bawah Sungai Pemali di Pantura saat hendak menutup gorong-gorong saat banjir. (Liputan6.com/Fajar Eko Nugroho)

Banjir yang mengepung permukiman warga di wilayah pantai utara (pantura) Kabupaten Brebes dan Kota Tegal, Jawa Tengah, Senin (12/2/2018), menyebabkan dua warga Kabupaten Brebes meninggal dunia.

Korban pertama adalah warga Desa Bojong, Kecamatan Jatibarang, bernama Nindya Kaerunisa (12). Jasadnya kini berada di puskesmas setempat.

Bocah itu meninggal setelah terperosok ke dalam selokan yang ada di depan rumahnya, tadi pagi. “Karena banjir dan selokan tertutup genangan air, korban terpeleset hingga akhirnya tewas tenggelam,” kata Camat Jatibarang Brebes, Subagyo.

Dia menjelaskan, korban yang berasal dari RT 13/RW 3 desa setempat saat itu langsung dilarikan ke Unit Gawat Darurat Puskesmas Jatibarang. Namun, nyawanya tak tertolong.

Baca Juga:  Rutin Kena Banjir, Warga Butuh Bantuan Pemkot Bandar Lampung

Ia berharap semua pihak untuk saling membantu warga yang saat ini kondisinya sedang kesusahan. Apalagi, banjir masih menggenangi sejumlah desa di wilayahnya dengan ketinggian mencapai satu meter.

“Saat ini, kami bersama warga dan relawan dari BPBD, terus melakukan evakuasi warga. Sampai saat ini 300 keluarga sudah mengungsi di sejumlah titik,” ucap Subagyo.

Ia menambahkan, masyarakat korban banjir saat ini membutuhkan makanan berupa nasi bungkus dan pakaianan kering.

“Untuk di Jatibarang sendiri, warga butuh sekitar 500 nasi bungkus. Mereka sejak malam belum makan dan sudah mulai lapar,” ucapnya.

Seperti yang dilansir dari  Liputan6.com, hingga pukul 09.30 WIB, hujan dengan intensitas sedang masih turun. Ribuan rumah warga di wilayah Kecamatan Tegal Barat, yakni, Pesurungan Lor, Krandon, Margadana, dan Kaligangsa terendam banjir hingga ketinggian 1,5 meter.

Baca Juga:  Puluhan Petani Gotong Royong Bersihkan Saluran Air Pasca Banjir

Banjir yang menggenangi rumah warga membuat ratusan warga di jalur pantura Kota Tegal menyelamatkan barang berharga miliknya. Mereka berdiri di sepanjang jalur pantura dan meminta sumbangan kepada pengguna jalan.

Selain Nindy, korban kedua yang meninggal akibat banjir bernama Pendy (45), seorang warga Desa Tengki, Kecamatan Brebes. Ia tewas akibat terseret arus Sungai Pemali sekitar pukul 09.30 WIB.

“Ditemukan meninggal dunia satu jam setelah terseret arus,” ucap Kepala BPBD Kabupaten Brebes, Eko Andalas.

Ia menambahkan, sebelum kejadian, korban hendak menutup gorong-gorong yang biasa untuk pengairan. Saat itu, debit air sungai sedang tinggi hingga membanjiri areal lahan pertanian.

“Korban bersama beberapa warga berusaha menutup dengan karung tanah. Tapi, korban malah tersedot hingga ke arus bawah Sungai Pemali,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, proses evakuasi korban berlangsung cukup dramatis. Ratusan warga yang berada di lokasi kejadian sempat menyulitkan proses evakuasi oleh tim SAR gabungan.

Baca Juga:  Infrastruktur Jalan Lampung Tengah Makan Korban Jiwa

Baru sekitar satu jam berselang, Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi dengan bantuan alat seadanya. Sejumlah warga yang juga kerabat korban berteriak histeris saat jasad korban diangkat dan dievakuasi.

Sejak Senin dini hari tadi, debit air di Sungai Pemali meningkat tajam. Tugu penanda menunjukkan debit air di sungai terbesar di Brebes itu naik hingga level merah. Bahkan, ada tiga titik tanggul sungai Pemali yang meluap berada di Terlangu, Lengkong, dan Jatibarang.

“Kami mengimbau agar warga untuk selalu waspada akan bencana banjir susulan. Selalu koordinasi dan terus komunikasi dengan aparat desa setempat. Jaga diri Anda sendiri dan keluarga Anda, selamatkan barang berharga semampunya jika sewaktu-waktu ada banjir datang. Karena cuaca saat ini masih turun hujan dengan intensitas cukup tinggi,” ujar Eko.

(net/hp)

Banjir Korban Jiwa Pantura

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan