Banjir Kalianda Akibat Curah Hujan Ekstrim

Puluhan Rumah di Kalianda Terendam Banjir

Foto: Ist

LAMPUNG SELATAN – BANJIR Kalianda pada Rabu (4/4/2018) dini hari lalu, membawa kerusakan bangunan, infrastruktur, korban harta dan jiwa. Hujan yang mengguyur Kalianda dari malam hingga dini hari mengakibatkan banjir.

Bambang Soepijanto, mantan Dirjen Planologi Kehutanan menyatakan bahwa banjir disebabkan oleh tiga faktor, yaitu erodibilitas, kelerengan, dan curah hujan.

Jadi, apabila banjir, selalu diartikan hutannya rusak itu tidak benar.

“Tiga faktor itulah yang menentukan, seperti yang terjadi di Kalianda beberapa hari lalu, curah hujannya di atas 100 mm/hari termasuk kategori ekstrim (sangat tinggi_red),” tegas Bambang Soepijanto di Lampung beberapa hari lalu.

Baca Juga:  PLN Lampung Peduli Korban Banjir Kalianda

Kejadian banjir di Kalianda mendapat perhatian Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, serta direspon cepat oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Syaiful Bachri dengan menugaskan jajarannya, termasuk UPTD KPH XIII Gunung Rajabasa, Way Pisang, Batu Serampok, beserta Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Way Seputih Way Sekampung (UPT Kementerian LHK), untuk cek lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

Dari pengamatan lapangan dan pengecekan tutupan hutan masih bagus. Ada beberapa yang rusak di luar kawasan hutan.

Informasi curah hujan dari BMKG Stasiun Pesawaran diperoleh data curah hujan di Kalianda tanggal 4/4 mencapai 115mm/hari atau dalam kategori ekstrim (sangat tinggi).

Baca Juga:  Puluhan Rider Trail Adventure Bantu Korban Banjir Kalianda

Dengan demikian maka curah hujan menjadi faktor penyebab banjir di Kalianda.

Hutan Lindung Register 3 Gunung Rajabasa seluas 5.200 hektar, saat ini 2.015 hektar dikelola oleh 22 Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), salah satu Program Perhutanan Sosial.

Dua puluh dua desa tersebut berada di empat kecamatan yaitu Kalianda, Penengahan, Rajabasa, dan Bakauheni.

Syaiful Bachri mengajak seluruh masyarakat yang tergabung dalam LPHD yang Penetapan Areal Kerja (PAK) disahkan tahun 2014 oleh Zulkifli Hasan, Menteri Kehutanan saat itu, untuk menjaga dan mengelola hutan dengan baik.

Baca Juga:  PKD Mapala Lampung Salurkan Bantuan Banjir Kalianda

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung juga memerintahkan jajaran UPTD KPH XIII beserta pemegang Hak Pengelolaan Hutan Desa (HPHD) untuk menginventarisir bila masih terdapat ruang yang masih dapat dirapatkan tanaman pohonnya agar segera dilakukan penanaman pohon.

Dinas Kehutanan akan menyiapkan bibitnya, baik melalui APBD dan APBN.

“Selanjutnya untuk areal di luar kawasan hutan dengan kecuraman tinggi, untuk dipertahankan sebagai fungsi lindung dengan menanam pohon yang memiliki perakaran dalam dan mempunyai nilai ekonomi,” ungkap Syaiful Bachri. (*)

758 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Banjir Kalianda

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan