Banjir Waykanan Rendam 1.043,5 Hektare Sawah

Banjir Way Kanan. Foto: Ist

WAYKANAN – KEPALA Dinas Pertanian, Hortikultura dan Perternakan, Kabupaten Waykanan, Maulana Muhidan, mengatakan sebanyak 1.043,5 hektare sawah terendam banjir dan 15 hektare sawah mengalami kerusakan/gagal panen (puso).

“Alhamdulilah yang terjadi puso hanya 15 hektare, sedangkan sisahnya hanye terendam biasa,” ujar Maulana di Kantor Dinas setempat, Selasa (6/3/2018).

Menurutnya, lahan sawah yang terken banjir terdapat di 7 Kecamatan dan 28 Kampung se–Kabupaten Waykanan.

Dari data tersebut, lahan pertanian yang paling banyak terendam banjir di Kampung Rumbih yaitu 180 Hektare, Kampung Karta Jaya 165 Hektare, Kampung Tulang Bawang 107 Hektare, Kampung Negara Mulya 100 Hektare, Kampung Negara Batin 80 Hektare dan Kampung Way Tuba Asri 60 Hektare.

Selain jumlah tersebut masih banyak lahan pertanian sawah yang terendam banjir dan rata – rata 40 – 15 Hektare di setiap kampungnya.

Ia juga menambahkan, selain lahan padi terdapat jagung, kedelai dan Ubi Kayu yang terendam banjir.

“Walaupun jumlah yang terendam banjir lebih banyak, tetapi yang gagal panen akibat banjir hanya 15 Hektare,” katanya.

Maulana menjelaskan, selain tanaman padi yang terena banjir, sebanyak 250,5 Hektare lahan jagung, 75 Hektare lahan kedelai, dan 58 Hektare lahan Ubi Kayu.

“Hampir di tujuh Kecamatan lahan Pertanian terkena banjir, dari padi, jagung, kedelai dan ubi kayu,”jelasnya

Terpisah, Bupati Waykanan, Raden Adipati Surya mengatakan, para petani padi sudah seharusnya segera mengurus asuransi usaha tani padi untuk mengantisipasi kerugian tanamam pertanian atau gagal panen yang disebabkan bencana alam khususnya banjir dan angin kencang.

“Dalam situasi yang rentan terjadi cuaca ekstrem seharusnya menjadi momentum untuk mengurus asuransi tani,” ujar Adipati di Kantor, Selasa (6/3/2018).

Adipati, mengatakan untuk mendapatkan asuransi usaha tani padi (AUTP), para petani harus memastikan terlebih dahulu tergabung dalam kelompok tani.

Setelah bergabung dalam kelompok tani, selanjutnya akan dibimbang oleh tenaga penyuluh pertanian lapangan (PPL).

Menurut Adipati, asuransi usaha tani padi itu layak diikuti oleh seluruh petani di Kabupaten Waykanan.

Selain untuk mengantisipasi kerugian akibat gagal panen, premi asuransi itu juga masih mendapatkan subsidi dari pemerintah mencapai 80 persen dari total premi yang harus dibayar.

“Jadi murah sekali, mereka cukup membayar premi Rp36 ribu untuk setiap kali musim tanam. Selanjutnya apabila mengalami gagal panen mereka bisa mendapat pertanggungan mencapai Rp6 juta per hektare,” kata dia.

Meski masih dilakukan pendataan jumlah petani yang telah mengikuti asuransi, tetapi Adipati mengakui hingga saat ini masih banyak petani yang belum mendaftar fasilitas itu.

Sebelumnya, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perternakan mencatat 1.043,5 hektare tanaman padi di Kabupaten Waykanan, terendam banjir akibat cuaca ekstrem beberapa waktu lalu.

Bagi petani yang mengalami gagal panen dan memliki asuransi tani, akan langsung mendapatkan ganti rugi Rp 6 juta per hektare.

Sedangkan bagi petani yang belum mendaftar asuransi, maka tidak bisa mengklaim ganti rugi berupa uang.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Waykanan berencana memberikan bantuan dalam bentuk benih padi. (EF)

Banjir Waykanan

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan