Bank Penyedia E-Money Bertambah

Ilustrasi. (Ist)

JAKARTA—Bank Indonesia menyatakan, akan ada penambahan tiga bank penyedia uang elektronik atau e-money untuk pembayaran tol secara nontunai, dari yang saat ini tercatat hanya empat bank. Dengan begitu, nantinya akan ada tujuh bank nasional yang akan menyediakan kartu elektronik tersebut.

Direktur Eksekutif Program Transformasi BI Aribowo mengungkapkan, ketiga bank yang akan masuk untuk menjadi penyedia uang elektronik, yakni Bank DKI, PT Bank Mega, dan Bank Nobu. Ketiga bank tersebut sudah mengajukan proposal untuk mendapatkan izin menerbitkan e-money.

“Jadi nanti Desember akan bergabung lagi Bank DKI, Bank Mega, dan Bank Nobu,” kata Aribowo.

Menurut Aribowo, ketiga bank yang akan bergabung di akhir tahun ini, nantinya akan bernegoisasi dengan empat bank yang sudah terlebih dahulu menyediakan e-money, untuk menentukan skema bisnis yang diterapkan. Menurutnya, ada dua skema bisnis yang bisa digunakan.

Skema pertama, terminal usage fee atau bank akan membayar berdasarkan jumlah transaksi kartu. Sementara skema kedua adalah sharing fee, atau berbagi biaya untuk mengompensasi investasi yang sudah digelontorkan bank penyedia sarana pembayaran.

“Ketiga bank tersebut bisa bekerja sama co-branding dengan empat bank penyedia sarana dengan menggunakan satu kartu,” katanya.

Saat ini, empat bank yang menyediakan uang elektronik tol adalah Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Central Asia (BCA). Empat bank tersebut pun telah menyediakan sarana dan prasarana untuk pembayaran tol nontunai seperti mesin pembaca kartu.

Sementara BCA, yang selama ini hanya bekerja sama dengan operator ruas tol Cikampek-Palimanan, dikabarkan akan segera meneken kerja sama dengan ketiga bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menyediakan kartu e-money di seluruh ruas jalan tol yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.(*)

Posting Terkait