Bank Syariah Masih Terpusat di Kota

Bank Syariah

Ilustrasi. (net)

TUBA–Perbankan syariah semakin mendapat tempat dihati masyarakat Lampung dengan terus bertambahnya nasabah yang menunjang kinerja positif perseroan. Namun keberadaan bank syariah di Lampung masih terpusat di perkotaan dan belum menyentuh wilayah pelosok.

Sebagai gambaran, kemajuan bank syariah dilihat dari aset mengalami perkembangan yang signifikan. Pada tahun 2014, nilai aset Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah mencapai Rp 272,3 triliun.

Angka tersebut mengalami kenaikan pada tahun 2015 yaitu mencapai Rp 296,1 triliun, lalu melonjak pada tahun 2016 hingga Rp 356,5 triliun. Posisi terakhir per Desember 2017, total asetnya sudah mencapai Rp 424,1 triliun.

“Yang perlu diperhatikan kembali yaitu bagaimana aset-aset tersebut jangan terfokus di wilayah kota besar, bank syariah harus melihat potensi pasar yang ada di daerah-daerah,” kata Anggota Komisi XI DPR RI, Ahmad Junaidi Auly diacara sosialisasi perkembangan dan peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam perbankan syariah di Tulang Bawang, Senin (26/2). Turut hadir Plt Ketua OJK Lampung Indra Krisna.

Menurut Junaidi, peran OJK harus terus dimaksimalkan lagi dengan mengedukasi masyarakat tentang perbanka. Di Provinsi Lampung juga harus ada peningkatan kantor-kantor bank syariah sesuai potensi dan pemerataan di daerah-daerah.

“Jangan sampai ada ketimpangan yang serius antar daerah di Provinsi Lampung. Oleh karenanya, kami berharap OJK dengan industri jasa keuangan syariah yang ada di Lampung bisa bersinergi,” pungkasnya(*)

aset bank syariah lampung Bank Syariah Lampung

Posting Terkait