Bawa Sonokeling, Sopir Dituntut 2 Tahun

Ilustrasi

BANDARLAMPUNG – Lantaran mengangkut 12 buah kayu sonokeling, seorang sopir asal Lampung Tengah (Lamteng), dituntut 2 tahun kurungan penjara oleh jaksa. Ia dinyatakan bersalah melanggar pasal pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

Alex, harus menerima tuntutan dari jaksa, dengan tuntutan pidana penjara selama 2 tahun, yang dinyatakan bersalah telah melanggar pasal  83 ayat 1 huruf B, junto pasal 12 huruf E Undang Undang RI Nomor 18 Tahun 2013, tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

Baca Juga:  Mantan Kades Kekiling Didakwa 20 Tahun

Dihadapan majelis hakim, pada Rabu (18/9), jaksa menjelaskan perbuatan terdakwa berawal ketika dirinya bersama keempat rekannya, yakni Naruddin, Agus, Dalijo dan Topo, yang berstatus DPO, menebang 4 batang  kayu sonokeling yang dipotong menjadi  12 buah, di Pemakaman Umum Dusun Telogo Rejo, Desa Sendang Baru, pada April 2019 lalu.

Rencanannya kayu yang diambil dari hutan lindung register 22 Way Waya Lamteng tersebut, akan dikirim ke perkebunan sawit di Padang Ratu milik seorang bernama Agung, dengan iming-iming upah pengangkutan sebesar Rp400 ribu, akan diberikan kepada terdakwa Alex, oleh Naruddin.

Baca Juga:  Masdiyana Akui Bisnis Beras Fiktif

Namun, saat ditengah perjalanan Pura Wijaya, Desa Sendang, sekira pukul 00.00 WIB, petugas patroli kehutanan mendapati terdakwa sedang mengendarai mobil Grand Max dengan muatan kayu.

Ketika diperiksa oleh petugas, Alex pun tidak bisa menunjukan dokumen yang sah atas kayu tersebut, akibatnya petugas menyerahkan terdakwa ke kantor polisi. Sedangkan keempat pelaku lainnya berhasil melarikan diri.(TN)

PN Tanjung Karang Sonokeling

Posting Terkait