Bawaslu Mandul Pansus Muncul

BANDARLAMPUNG – Panitia khusus (pansus) DPRD Lampung mulai melakukan aktivitas nyata. Di antaranya dengan menggelar hearing bersama Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) perwakilan dari 15 kabupaten/kota se-Lampung di ruang rapat komisi DPRD provinsi Lampung, Selasa (10/7/2018). Keberadaan lembaga adhoc diyakini menjadi solusi atas lemahnya (mandul) kinerja Bawaslu beserta jajarannya.

Hearing digelar setelah anggota DPRD Lampung menerima kunjungan dari perwakilan Apdesi di 15 kabupaten/kota di Kantor DPRD untuk mengadukan adanya politik uang yang telah menciderai demokrasi di pilgub 27 Juni 2018 lalu.

Mereka kecewa dengan kinerja Panitia Pengawas (Panwas) setempat yang seolah membiarkan adanya politik uang tersebut. “Awalnya kami melihat pemilu Lampung itu bagus, kampanye aman, debat aman dan lancar. Tapi pagi harinya ada serangan fajar. Kemudian kepala desa melihat dan mendengar hal itu. Oleh karena itu, kedatangan kami ke sini untuk menyampaikan hal ini,” kata Ketua Apdesi Lampung Suhardi Buyung.

Pihaknya juga sudah menggelar rapat internal yang akhirnya memutuskan untuk menyampaikan hal ini ke angota DPRD Lampung. Dia menganggap bahwa jika politik uang ini dibiarkan, maka akan membahayakan dan berakibat fatal.

“Ini akan membuat kebiasaan buruk. Bisa-bisa semua warga nanti minta uang disetiap pemilu, termasuk pemilihan kepala desa” kata Suhardi Buyung.

Ia mengingatkan agar Pansus untuk segera mengambil tindakan secara langsung. “Kami percaya pansus. Silahkan cari cukong-cukong di balik politik uang ini. Jangan sampai Adepsi turun tangan ke masyarakat untuk menangani ini. Kami juga ingin mempertanyakan bagaimana kelanjutan demokrasi Lampung ini jika serangan fajar, baik pagi, siang, dan malam, terus dibiarkan bertebaran. Kami malu pak,” ucapnya

Sementara itu, hal senada disampaikan oleh Ketua Apdesi Metro Arjuna yang menyampaikan bahwa politik uang di Metro dan Lampung sangat luar biasa.  “Semuanya sudah paham dan  dimana-mana terjadi politik uang. Saya hanya ingin mengingatkan kepada pansus agar kembali menginstruksikan Panwas agar bekerja sesuai dengan tugasnya agar politik uang tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Roswati Apdesi dari Tulang Bawang juga mengatakan bahwa  politik uang menjelang pilgub terkesan vulgar dan bertebaran dimana-mana. Ia mengibaratkan bahwa uang tersebut seolah seperti daun yang jatuh dari pohon.

Menanggapi hal ini Mingrum selalu Anggota DPRD sekaligus ketua pansus mengatakan bahwa pihaknya akan mensikapi dan menindaklanjuti aspirasi, baik secara lisan maupun tulisan dari Apdesi perwakilan masyarakat di 15 kabupaten/kota se-Lampung.

“Yang kita dengar baik secara lisan maupun tertulis menjelaskan bahwa adanya kegiatan yang menurut teman teman kepala desa disebut istilah politik uang baik saat pagi, siang dan malam hari di pilgub lalu,”katanya.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa masyarakat Lampung agar jangan takut dalam melaporkan adanya dugaan politik uang yang dilampirkan dengan adanya saksi dan bukti. Karena negara akan memberi perlindungan hukum kepada masyarakat yang memiliki iktikad baik dalam melaporkan dugaan politik uang. “Jadi setiap warga negara yang memiliki itikad baik wajib dilindungi dong,” pungkasnya. (*)

Bawaslu Mandul Pansus Muncul

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    Tinggalkan pesan