Bekraf Bina 450 Pendiri Startup

Ilustrasi. (ist)

BANDUNG—Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar program Bekup di 15 kota besar Tanah Air sebagai upaya menopang kemajuan geliat bisnis rintisan (startup) digital di Indonesia. Melalui program ini, ditargetkan mencetak 450 calon pendiri dan 150 produk startup digital baru.

Bekup merupakan singkatan dari Bekraf for Pre-Startup dan digagas oleh Bekraf dengan dukungan MIKTI (Masyarakat Industri Kreatif TIK/Digital Indonesia) dan PT Telekomunikasi Indonesia.

Bekup bertujuan mendukung dan mendampingi calon pendiri startup digital berkualitas di Indonesia melalui program pendampingan dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan sehingga pada akhirnya dapat meminimalisasi risiko kegagalan.

Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Santosa Sungkari menyampaikan program Bekup bukanlah workshop ataupun training, melainkan pengemblengan. Dia menjelaskan persentase keberhasilan startup digital di Indonesia yang mulai merintis hanya sekitar 10%.

Bekup mempersiapkan 105 mentor di 15 kota yang di tiap kotanya akan ada 6 mentor dan 1 koordinator wilayah, serta melibatkan 10 inkubator. Akselerator dan investor yang siap membantu pendiri startup digital melalui 3 program, 3 kurikulum, dan 4 tahapan hanya dalam waktu 4 bulan dari 29 Juli hingga November.

Adapun, 15 kota tersebut yakni Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Yogyakarta, Solo, Malang, Surabaya, Denpasar, Balikpapan, dan Makassar.

Mentor yang terlibat telah dikualifikasi dan distandarisasi. Sebelum program dilaksanakan bagi perserta, terlebih dahulu Pembekalan Mentor Terpusat dilakukan selama 3 hari pada 14-16 Juli lalu di Bandung.

“Tujuannya agar 15 kota tersebut mendapatkan pendampingan yang sesuai dan dapat mencetak pelaku startup digital dengan standar kualitas yang ditetapkan,” papar Hari.

Program pun disediakan untuk seluruh tingkat kemampuan, mulai dari pemula hingga yang sudah memiliki produk. Antara lain program BEKUP BASIC yang ditujukan bagi peserta perorangan yang membutuhkan pendampingan untuk meningkatkan kesiapan mereka dalam membangun startup di bagian teknis dengan kurikulum pemrograman dan desain ui/ux.

Sedangkan BEKUP START ditujukan untuk peserta yang sudah membentuk tim dan memiliki ide serta memiliki rencana untuk membangun startup dalam waktu dekat, sehingga kurikulum yang diberikan lebih lengkap, yakni teknis (pemrograman android dan backend php), creative design ui/ix, dan tentunya bisnis .

Lain halnya dengan Bekup Journey yang ditujukan Startup yang telah beroperasi untuk mengikuti program pendampingan lanjutan dan link-and-match dengan mitra strategis.

Empat tahapan yang berkelanjutan ditujukan bagi program BEKUP START. Tahap pertama adalah Workshop yang berfungsi untuk menyampaikan materi pengetahuan dasar. Tahap selanjutnya adalah Talent Development yang bertujuan memastikan setiap calon pendiri startup menguasai keterampilan dan keahlian dasar yang diperlukan sesuai peran yang akan dijalaninya di startup yang didirikan, baik sebagai Co-Founder Bisnis, Teknis maupun Kreatif/Desain.

Berikutnya pada tahap Founder Preparation peserta dipersiapkan dengan pengetahuan dan soft-skill yang diperlukan sebagai calon pemimpin tim dan pemimpin perusahaan. Pada tahapan Talent Development dan Founder Preparation akan diselingi dengan sesi konsultasi one-on-one antara Mentor dengan masing-masing tim peserta.

Sedangkan pada tahapan Pre-Incubation, peserta sebagai satu tim akan dibimbing dalam mengeksekusi langkah pertama dalam mendirikan startup-nya dengan berfokus pada eksperimen bisnis untuk memastikan ide produk yang akan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar.(*)

Posting Terkait