Beras Purworejo Dikemas Brand Luar Kota

Foto: Mas

PURWOREJO- Bupati Purworejo lakukan monitoring ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) ke beberapa tempat di Purworejo dan Kutoarjo, Jumat (17/5).

Kegiatan dipimpin langsung Bupati Agus Bastian dan diikuti oleh Forkopimda mulai dari Wakil Bupati Yuli Hastuti, Ketua DPRD Luhur Pambudi, Kejari Alex Rahman, Ketua PN Sutarno, Kapolres AKBP Indra Kurniawan Mangungsong, Sekda Said Romadhon dan pejabat organisasi perangkat daerah (OPD).

Harga berbagai bahan pokok penting (Bapokting) di Kabupaten Purworejo masih dalam batas kewajaran. Ketersediaan pasokan dipastikan aman untuk mencukupi kebutuhan masyarakat selama Bulan Ramadan dan Indul Fitri 1440 H.

Saat memantau Pasar Beras Kuotarjo Bupati menemukan beras lokal Purworejo yang dikemas dengan nama beras luar daerah seperti beras Karawang atau beras Klaten. Pedagang sendiri tidak mengelak akan hal itu, menurut mereka hal tersebut dilakukan karena permintaan pasar yang menginginkan beras dengan kemasan tersebut.

“Purworejo ini kantong pangan. Kenapa kita tidak berani mengemas dengan nama Purworejo saja. Ini perlu dimulai agar beras lokal kita itu bisa bersaing dengan kota-kota lainnya. Kita tidak mempungkirinya, dengan adanya brand luar kota bisa mendongkrak harga jual beras kita, beras Purworejo cukup bagus kok,” imbuh Bupati.

Sementara itu menurut Jumali (50) salah satu pendagang beras di Kutoarjo, adanya karung beras dengan brand luar daerah seperti, Karawang dan Klaten ini, saat menjelang puasa kemarin di Purworejo kekurangan stok beras bagus. “Biasanya beras bagus itu kita dikasih dari Karawang kalau disini kosong, tapi sekarang stok baras bagus banyak,” kata Jumali kepada metrotimes.

Jumali juga menjelaskan, terkait karung beras dengan brend luar daerah tersebut ada permintaan dari beberapa rekannya yang menginginkan campuran beras dari Purworejo. Karena harga beras di daerah tersebut sangat mahal dibandikan harga beras di Purworejo.

“Di Purworejo harga beras yang paling bagus itu rata-rata cuma 7rb/kilogramnya. Sementara di Karawang beras yang paling jelek aja 9rb/kilonya, jadi perbedaan harganya itu sangat jauh. Kalau untuk stok tetap aman dan cukup sampai lebaran nanti,” jelasnya.  (MAS)

Agus Bastian Beras Purworejo Bupati Purworejo

Posting Terkait