Berkat Indonesia, DK PBB Menggelar Sidang Darurat Hari Ini, Bahas Klaim Sepihak Amerika Serikat Tentang Yerusalem

Menlu Retno LP Marsudi (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menggelar sidang darurat hari ini, guna membahas klaim sepihak Amerika Serikat (AS) bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota Israel. Indonesia menyatakan sidang darurat DK PBB itu adalah buah dari upaya Indonesia memperjuangkan isu ini.

Baca Sebelumnya: DPR Ajak Boikot Produk AS, Setelah Trump Nyatakan Pengakuan Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel

“Jadi untuk komite Palestina di PBB sudah ada press statement (pernyataan pers) dalam bentuk rilis yang disampaikan, yang antara lain itu adalah upaya Indonesia,” ujar Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi, seperti dilansir dari detik.com di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/12/2017).

Retno menceritakan dirinya sudah berkomunikasi seharian penuh dengan Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) New York, AS. Lewat cara itu, Indonesia melakukan lobi-lobi agar PBB segera bertindak.

“Pertama mulai melakukan pendekatan kepada negara anggota DK PBB. Nah sudah ada kabar DK PBB akan bersidang untuk membahas ini,” kata Retno.

Selain itu, Indonesia juga menggalang dukungan dari negara-negara non-blok. Retno juga berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson yang kemarin berada di Brussels Belgia, sampai tiga hingga empat jam menjelang pengumuman resmi Presiden AS Donald Trump. Sayang, AS bersikukuh atas sikapnya mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

“Tapi Tillerson mengatakan keputusan sudah diambil Presiden. Itu artinya, sampai jam terakhir diplomasi kita masih berusaha keras,” ujar Retno.

Seperti dilansir AFP, Kamis (7/12/2017), sidang darurat ini akan digelar pada Jumat pagi ini, sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Markas PBB berada di New York, AS.

Sidang darurat ini diajukan oleh delapan negara anggota Dewan Keamanan PBB, seperti Inggris, Bolivia, Mesir, Prancis, Italia, Senegal, Swedia dan Uruguay. Negara-negara ini juga meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres membuka sidang darurat itu dengan pernyataan publik. (net)

243 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Berita Terkait

Leave a Comment