BHP Pertanyakan Aliran Dana Desa

Foto: Ilustrasi

TANGGAMUS,-Pembangunan Dana Desa Tahun anggaran 2017- 2018 Pekon Teluk Berak Kecamatan Pematang Sawa Kabupaten Tanggamus di pertanyakan Anggota Badan Himpunan Pemekonan (BHP).

Salah seorang Anggota BHP Pekon teluk berak yang namanya minta di rahasiakan menjelaskan, selaku masyarakat Pekon Teluk Berak sangat kecewa dengan prilaku Kepala Pekon kami suminem.

“Bagaimana tidak selama pembangunan Anggaran Tahun 2017-2018 rincian anggaran saja kami tidak tahu setiap kami meminta copian rincian belanja tidak di kasih,” jelasnya, Rabu (5/9/2018).

Lebih lanjut ia mengatakan, jika saja ada pemeriksaan dari inspektorat, Kejaksaan dan Polres.

Baca Juga:  Pelaksanaan Dana Desa Jadi Perhatian Negara Lain

“Saya minta ini harus segera di publikasikan agar semua masyarakat dan Pemerintah dan Penegak Hukum tahu keadaan Pekon kami kondisinya Seperti apa,” ungkapnya.

Ia mengaku Kepala Pekon itu hanya topengnya saja karena selama ini yang berperan di pekon itu suaminya Irwansyah,dan dia selaku kaur di pemerintahn pekon.

“Setiap kami meminta copian rincian belanja Pekon tidak pernah di kasih alasanya buat apa kalian itu tidak mengerti apa apa,” jelasnya.

Kemudian lanjutnya di pekon juga terjadi pungli setiap tahun Rp25000, gunanya untuk perehapan jalan yang sudah di bangun masa pembangunan yang baru tujuh bulan sudah pada gompal dan pecah, sebab bulan lalu sudah di rehab oleh kepala dusun Darmaji.

Baca Juga:  Pemprov Sambut Baik BPK Awasi Dana Desa

“Untuk tahun 2017 yang kami lihat Pembangunan Dana Desa di Pekon teluk Berak hanya pembangunan rabat beton saja yang kami tahu selain itu kami tidak tahu karena potokopi APBDES kami tidak di kasih tahu,” terangnya.

Bahkan tahun ini pembangunan di bagi lima dusun setiap dusun jatahnya 200 meter. Kemudian kami juga dapat bantuan Gerbang saburai dari Provinsi dan pembangunanya mecet karena alasanya dana dari propinsi belum cair.

Baca Juga:  BPMPD Coba Alokasikan DD Untuk Bidang Kesehatan

“Ketuanya Ginman itu juga masih kerabat dengan Kepala Pekon,alasan Kepala Pekon lantaran dana belum cair lantas Gubernurnya marah,” kata dia.

Selain itu, sanitasi air bersih juga kami dapat bantuan namun nilainya mereka tidak mengetahuinya.

“Kemarin saja ada tandatangan berita acara, Ketua BHP Kami suruh minta rincian belanja poto copianya tidak di gubris oleh Kepala Pekon,” imbuhnya.

Sementara Kepala Pekon Karang Berak saat di kompirmasi tidak ada di rumah,di hubungi via telpon tidak aktif. (SB/CD)

Dana Desa

Posting Terkait